Rabu, 27 Mei 2026

Kalender 2025

Rahasia Malam 1 Suro 2025: 6 Amalan Ampuh dan Pantangan yang Harus Dihindari

Tak sekadar penanda pergantian tahun baru Islam (1 Muharram), malam ini diyakini menyimpan energi spiritual yang kuat. 

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Hendrik Budiman
Tribunbengkulu.com
MALAM 1 Suro - Ilustrasi Pelaksanaan Malam 1 Suro bagi Masyarakat Jawa. Rahasia Malam 1 Suro 2025: 6 Amalan Ampuh dan Pantangan yang Harus Dihindari 

Tapa mbisu adalah amalan malam 1 Suro dengan sikap selalu mengontrol ucapan mulut agar mengucapkan hal-hal yang baik saja. Ini karena dipercaya dalam bulan Suro yang penuh tirakat, doa-doa lebih mudah terwujud atau diijabah. Ini termasuk ucapan atau umpatan jelek yang keluar dari mulut dapat “numusi” atau terwujud.

3. Menggiatkan Ziarah

Menggiatkan ziarah adalah amalan malam 1 Suro. Seperti masyarakat Jawa yang menggiatkan ziarah ke makam para leluhurnya masing-masing, atau makam para leluhur yang yang dahulu telah berjasa bagi negara.

Cara menghormati dan menghargai jasa para leluhur kita selain mendoakan, tentunya dengan merawat makam. Sebab makam adalah monumen sejarah yang dapat dijadikan media mengenang jasa-jasa para leluhur, mengenang dan meneladani amal kebaikan beliau semasa hidupnya.

4. Sesaji Bunga Setaman

Sesaji bunga setaman adalah amalan malam 1 Suro. Ini dilakukan dengan menyediakan sesaji bunga setaman di wadah berisi air bening, ditaruh dalam rumah. Ritual ini penuh dengan makna yang dilambangkan dalam berbagai macam hal yang diikutsertakan. Bunga mawar merah, mawar putih, melati, kantil, kenanga.

Masing-masing bunga memiliki makna doa-doa agung kepada Tuhan yang tersirat di dalamnya. Bunga-bungaan juga ditaburkan ke pusara para leluhur, agar ada perbedaan antara makam seseorang yang kita hargai dan hormati, dengan kuburan seekor kucing yang berupa gundukan tanah tak berarti dan tidak pernah ditaburi bunga, serta-merta dilupakan begitu saja oleh pemiliknya berikut anak turunnya si kucing.

5. Jamasan Pusaka

Jamasan pusaka adalah amalan 1 Suro yang dilakukan dalam rangka merawat atau melestarikan warisan dan kenang-kenangan dari para leluhurnya. Pusaka memiliki segudang makna di balik wujud fisik bendanya. Ini hasil karya cipta dalam bidang seni dan ketrampilan para leluhur kita di masa silam.

Dari sikap menghargai lalu tumbuh menjadi sumber inspirasi dan motivasi bagi generasi penerus bangsa agar berbuat lebih baik dan maju di banding prestasi yang telah diraih para leluhur kita di masa lalu. Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai para leluhurnya, para pahlawan, dan para perintisnya.

6. Larung Sesaji

Larung sesaji adalah amalan 1 Suro dengan ritual sedekah alam. Uborampe atau ragam bahan ritual disajikan (dilarung) ke laut, gunung, atau ke tempat-tempat tertentu. Tradisi budaya ini yang paling riskan dianggap musyrik. Ini bisa terjadi bila seseorang hanya melihat apa yang tampak oleh mata tanpa ada pemahaman makna esensial dari ritual larung sesaji.

Berikut deretan pantangan Malam 1 Suro yang dirangkum dari beragam sumber :

1. Larangan Menikah di Malam 1 Suro

Larangan menikah di malam 1 Suro khususnya diberlakukan bagi masyarakat di Solo dan Yogyakarta. Beberapa dari mereka mempercayai jika mengadakan hajatan pernikahan di bulan Suro akan mendatangkan malapetaka.

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved