Berita Viral

Zahran Nizar Peserta COC 2025 Raih 2 Medali Internasional, Justru Dihujat di Media Sosial

Sosok Zahran Nizar Peserta COC 2025 Raih 2 Medali Internasional, Justru Dihujat di Media Sosial

Editor: Hendrik Budiman
HO TribunBengkulu.com/Istimewa
COC 2025 - Kolase flyer Nizar (kiri) dan flyer Nizar yang dihujat warganet. Sosok Zahran Nizar Peserta COC 2025 Raih 2 Medali Internasional, Justru Dihujat di Media Sosial 

TRIBUNBENGKULU.COM - Sosok Zahran Nizar Fadhlan mahasiswa yang menorehkan Prestasi Internasional yang ikut sebagai peserta di Clash Of Champions (COC) Ruangguru Season 2.

Namun, respons warganet malah negatif soal fisik Zahran Nizar Fadhlan 
mahasiswa berprestasi yang memiliki IPK 3,94 itu.

Banyak warganet yang menyorotinya karena nilai akademis dan fisiknya yang tidak sepadan. 

Tentunya inilah yang membuat Zahran dibicarakan oleh warganet di mana-mana. 

Lantas siapakah Zahran Nizar Fadhlan,

Zahran Nizar Fadhlan, mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) yang pernah dua kali dapat medali olimpiade internasional kini siap berlaga di Clash of Champions Ruangguru Season 2.

Zahran, masuk sebagai peserta COC Season 2 Batch 1 Ia sendiri memiliki IPK 3,94 dari Jurusan Teknik Dirgantara ITB. 

Zahran beberapa kali bertanding di ajang olimpiade internasional. 

Ia dulu juga menjadi jawara Olimpiade Sains Nasional (OSN).

Selain itu ia meraih Medali Perunggu International Olympiad on Astronomy and Astrophysics (IOAA) 2023 dan Medali Perak International Physics Olympiad (IPhO) 2024. 

Keduanya adalah olimpiade paling prestisius dan diakui banyak negara. Serta termasuk ajang yang diakui oleh Puspresnas. 

"Semenjak pandemi Covid-19, saya lebih banyak nonton tayangan YouTube. Sampai saya menemukan sebuah tayangan yang membahas tentang alam semesta, di situ saya mulai tertarik dengan astronomi dan fisika," ungkap Zahran, dilansir dari laman Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kemendikbud, Minggu (22/6/2025). 

Keikutsertaan Zahran mengikuti olimpiade internasional berawal dari pandemi Covid-19. 

Saat itu, ia lebih banyak mendekam diri di rumah dan melakukan pembelajaran jarak jauh di sekolahnya yakni di SMA Negeri 1 Padang. 

Namun siapa sangka, berkat keuletannya, ia jadi sering berlaga dan menjadi Absolute Winner pada OSN SMA/MA bidang Fisika tahun 2023 m Zahran sendiri mengembangkan minat mendalam terhadap ilmu Astronomi dan Fisika yang kemudian menjadi motivasi utama untuk meraih prestasi gemilang. Menurutnya fisika lebih mengandalkan kemampuan berpikir secara logika dibandingkan kemampuan menghafal. 

Walaupun begitu, ia tidak membiarkan kelemahannya menjadi penghalang dalam meraih prestasi. Pada saat berlaga di OSN, dalam rentang dua tahun, Zahran juga diundang mengikuti Pembinaan dan Seleksi ajang internasional sebanyak tiga tahap yang difasilitasi oleh Pusat Prestasi Nasional. 

Kemudian tahun 2023, ia mengikuti Pembinaan dan Seleksi untuk ajang IOAA dan berhasil jadi wakil Indonesia. 

Berlanjut di tahun 2024, ia kembali mengikuti Pembinaan dan Seleksi untuk ajang IPhO dan kembali berhasil jadi wakil Indonesia. 

Atas kerja kerasnya itu ia menggandeng prestasi gemilang dua tahun berturut-turut, yaitu Medali Perunggu IOAA 2023 di Chorzów, Polandia dan Medali Perak IPhO 2024 di Isfahan, Iran. 

Capaian lainnya yang diperoleh Zahran yaitu, Medali Perunggu Olimpiade Sains Nasional (OSN) bidang Astronomi jenjang SMA/MA tahun 2022, Medali Emas OSN jenjang SMA/MA bidang Fisika tahun 2023, Absolute Winner OSN jenjang SMA/MA bidang Fisika tahun 2023, dan Best Experiment OSN jenjang SMA/MA bidang Fisika tahun 2023. 

Prestasi Zahran tak lepas dari dukungan kedua orangtuanya. Zahran merupakan putra dari pasangan Usmeldi dan Risda Amini yang berprofesi sebagai dosen di Universitas Negeri Padang (UNP). 

Ia senantiasa mendapatkan dukungan dan doa yang mengalir dari kedua orang tuanya. 

Punya dukungan kuat selama belajar di sekolah Kemampuan Zahran ini juga didukung ekosistem di sekolah, yang mendukung siswa untuk berprestasi. 

Tidak bisa dipungkiri, dukungan guru, kepala sekolah, guru-guru SMA Negeri 1 Padang, serta teman-temannya turut berperan dalam perjalanan prestasi Zahran. 

"Saya dan teman-teman sering ikut lomba bersama-sama dan kakak-kakak kelas selalu mengajari saya. Adik-adik kelas juga membuat saya sadar akan arti perjuangan," tandas Zahran. 

Zahran juga menyampaikan pesannya kepada teman-teman yang belum mendapatkan kesempatan meraih medali. 

"OSN bukan segalanya. Walaupun kalian gagal dalam mendapatkan medali OSN, setidaknya kalian harus sukses dalam hidup kalian," tutur Zahran.  

Bagi Zahran, prestasi akademik hanyalah salah satu dari banyak jalan menuju kesuksesan, dan yang terpenting adalah bagaimana kita terus berusaha dan tidak pernah menyerah dalam mencapai impian. 

Suatu keberhasilan, menurut Zahran tercapai dengan adanya sikap konsisten dalam belajar. 

Kegigihannya tidak perlu diragukan lagi, setiap hari ia selalu konsisten melatih dirinya untuk belajar fisika dan mengerjakan latihan soal yang kompleks dan menantang. 

Melalui beragam latihan soal yang sifatnya sulit, Zahran menjadi terbiasa dan semakin matang dalam menghadapi soal-soal olimpiade. 

“Saya lahir di Indonesia dan saya punya kewajiban untuk membanggakan nama Indonesia,” pesannya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com 

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved