Kamis, 11 Juni 2026

Berita Selebriti

Sosok Fiqih Alamsyah yang Laporkan Dimas Anggara Kasus Penganiayaan, Tapi Diminta Tutup Mulut? 

Sosok Fiqih Alamsyah yang melaporkan Dimas Anggara soal kasus penganiayaan. 

Tayang:
Editor: Rita Lismini
Banjarmasin Post
DIMAS ANGGARA - Kolase foto Dimas Anggara (kiri) dan Fiqih Alamsyah korban penganiayaan, meski Dimas telah dilaporkan namun tak pernah ditetapkan sebagai tersangka, Selasa (24/6/2025). 

TRIBUNBENGKULU.COM - Sosok Fiqih Alamsyah yang melaporkan Dimas Anggara soal kasus penganiayaan. 

Fiqih Alamsyah beberapa waktu silam mendatangi Polsek Cilandak pada Jumat (23/3/2018).

Ia melaporkan kejadian penganiayaan yang diduga dilakukan Dimas Anggara.

Menurut Fiqih, penganiayaan itu berawal karena masalah salah paham terkait pengelolaan suatu tempat usaha. Kejadiannya berlangsung pada 23 Februari 2018. 

Polsek Cilandak Jakarta Selatan juga sudah mengeluarkan keterangan resmi terkait kabar pemanggilan Dimas Anggara dalam kasus penganiayaan pada Senin (26/3/2018).

Namun Dimas Anggara justru mangkir dari pemanggilan polisi terkait kasus tersebut, karena alasan kesibukan promosi film barunya.

Ia bahkan enggan dimintai pendapat soal kasus penganiayaan tersebut. 

"Siapa bilang? Siapa bilang? Nanti ya," ucapnya tersenyum, saat ditemui usai jumpa pers film barunya berjudul "The Perfect Husband" di Plaza Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (5/4/2018).

Kronologi Kejadian 

Henry Indraguna selaku kuasa hukum Fiqih Alamsyah menceritakan kronologis kejadian penganiayaan itu.

“Fiqih ini adalah pemilik food court yang disewakan ke seseorang bernama Glen. Glen ini temannya Dimas. Dia nyewa setahun. Ketika baru delapan bulan berjalan, menu-menunya mau dikumpulkan. Tiba-tiba saja Glen, oma, opa datang mengubah-ubah menu dan Fiqih nggak terima. Akhirnya terjadilah perdebatan,” katanya.

Manajer food court Fiqih kemudian wajahnya ditanduk oleh pihak Glen pada 14 Februari 2018 lalu.

Rupanya masalah tak hanya hingga situ, pada 22 Februari 2018, datang banyak orang dari sebuah Ormas, oma dan opa mendatangi Fiqih dan mengintimidasinya.

Mereka meminta dikembalikan uang kontrak food court setahun tetapi Fiqih hanya bersedia mengembalikan uang sewa empat bulan.

“Siangnya datang lagi oknum TNI berseragam mengintimidasi Fiqih. Kemudian, malam-malam pukul 22.00 WIB Dimas, Glen dan beberapa teman mereka datang ke Fiqih, mengintimidasi. Dimas sengaja juga menyebulkan bau nafasnya ke Fiqih, bau naga gitu. Maksudnya itu sengaja buat ngasih tahu kalau dia lagi mabuk alkohol, nafasnya bau,” terang Henry.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved