Senin, 8 Juni 2026

Berita Rejang Lebong

Awasi Ketat SPMB SD dan SMP, Disdikbud Rejang Lebong Bengkulu Masih Buka Posko Pengaduan

Disdikbud Rejang Lebong awasi ketat SPMB SD dan SMP, posko pengaduan kecurangan masih dibuka.

Tayang:
Penulis: M Rizki Wahyudi | Editor: Ricky Jenihansen
M Rizki Wahyudi/Tribunbengkulu.com
DISDIKBUD REJANG LEBONG - Foto Kantor Disdikbud Rejang Lebong di Jalan Sukowati Curup. Disdikbud Rejang Lebong awasi ketat SPMB SD dan SMP, posko pengaduan kecurangan masih dibuka. 

Laporan Wartawan TribunBengkulu.com, M. Rizki Wahyudi

TRIBUNBENGKULU.COM, REJANG LEBONG - Proses pendaftaran Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Rejang Lebong telah resmi ditutup pada 4 Juli 2025. 

Tahapan selanjutnya adalah verifikasi berkas yang dimulai pada 7 Juli 2025.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Rejang Lebong memastikan akan terus memantau pelaksanaan SPMB hingga selesai.

Sekretaris Disdikbud Rejang Lebong, Hanafi, S.Pd., M.M., menyampaikan bahwa pihaknya melakukan pengawasan menyeluruh terhadap seluruh proses SPMB. 

Pengawasan ini dilakukan untuk memastikan setiap tahapan berjalan secara transparan, adil, dan bebas dari kecurangan. 

Pihaknya tidak menoleransi segala bentuk pungutan liar (pungli) maupun praktik gratifikasi dalam proses penerimaan murid baru.

“Pendaftaran sudah ditutup, mulai besok (7 Juli) akan dilanjutkan dengan verifikasi data calon peserta. Kami terus memantau seluruh tahapan agar berjalan sesuai aturan,” jelas Hanafi.

Selain pengawasan internal, Disdikbud juga tetap membuka posko pengaduan bagi masyarakat yang ingin melaporkan dugaan pelanggaran atau kecurangan dalam proses SPMB. 

Jika terbukti ada pelanggaran, maka pihaknya akan memberikan sanksi tegas terhadap sekolah maupun oknum yang terlibat.

“Posko pengaduan tetap dibuka agar siapa pun yang menemukan indikasi kecurangan bisa segera melapor. Namun sejauh ini, belum ada laporan yang masuk,” paparnya.

Adapun tahapan berikutnya setelah verifikasi berkas adalah pengumuman hasil seleksi, yang dijadwalkan pada 9 Juli 2025. 

Terkait kemungkinan adanya sekolah yang kekurangan siswa, Hanafi mengaku belum bisa memastikannya, karena hal tersebut baru dapat diketahui setelah pengumuman hasil seleksi.

“Belum, tunggu hasil pengumuman dahulu baru kita bisa dapat datanya,” tutup Hanafi.

Baca Berita TribunBengkulu.com Lainnya di Google News

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved