Berita Bengkulu Utara
Progres Pembangunan Kampung Nelayan di Pulau Enggano Bengkulu, Tinggal Survei Lokasi
Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Pulau Enggano tinggal menunggu survei lokasi, anggaran Rp25 miliar siap digelontorkan.
Penulis: Bima Kurniawan | Editor: Ricky Jenihansen
Laporan Reporter TribunBengkulu.com, M. Bima Kurniawan
TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU UTARA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkulu Utara terus menindaklanjuti rencana pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Pulau Enggano.
Langkah ini dilakukan seiring dengan terbitnya Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 12 Tahun 2025 tentang percepatan pembangunan di Pulau Enggano. Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara telah menyiapkan percepatan pelaksanaannya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun TribunBengkulu.com, pembangunan KNMP tersebut dialokasikan anggaran sebesar Rp25 miliar.
Kepala Dinas Perikanan Bengkulu Utara, Sugimin, mengungkapkan perkembangan terbaru dari tindak lanjut program KNMP di wilayah tersebut.
“Terkait KNMP di Kecamatan Enggano, sudah kami tindak lanjuti. Setelah bertemu dengan KKP, kami langsung mengadakan rapat bersama seluruh OPD terkait,” ujar Sugimin.
Diketahui, Pemkab Bengkulu Utara telah menggelar dua rapat teknis pada Senin (30/6/2025), sejak pagi hingga sore hari.
“Rapat tersebut membahas kebutuhan teknis dan pembiayaan, bersama Dinas PUPR,” tambahnya.
Lokasi pembangunan KNMP direncanakan di Desa Kahyapu, dengan lahan yang telah dipersiapkan seluas sekitar 3 hektare.
“Tanah yang sudah dihibahkan kepada kami ada 2 hektare, ditambah lagi tanah TPI insyaallah akan menambah 1 hektare. Jadi total lahan yang dipersiapkan sekitar 3 hektare,” jelas Sugimin.
Alasan pemilihan Desa Kahyapu sebagai lokasi pembangunan KNMP karena wilayah tersebut merupakan kawasan pesisir dengan pelabuhan, dan jumlah nelayan terbanyak.
Lahan dua hektare yang akan digunakan merupakan aset milik pemerintah daerah.
Sementara itu, anggaran Rp25 miliar dari pemerintah pusat akan digunakan untuk pembangunan infrastruktur sektor perikanan tangkap, budidaya, hingga pengolahan hasil laut. Sugimin menjelaskan, anggaran tersebut akan dibagi ke dalam beberapa pos.
“Sekitar Rp8 miliar dialokasikan untuk fasilitas produksi perikanan, Rp4 miliar untuk akses jalan menuju sentra nelayan, Rp3 miliar untuk pembangunan sentra kuliner berbasis hasil laut, dan Rp1 miliar untuk kios pembekalan melaut,” paparnya.
Ia juga menambahkan, anggaran mencakup pembangunan dan perbaikan tambatan perahu sebesar Rp1,5 miliar, penyediaan air bersih Rp500 juta, penerangan umum Rp1 miliar, fasilitas budidaya ikan dan kepiting Rp4,7 miliar, serta pembangunan unit produksi pakan mandiri senilai Rp1,3 miliar.
| Dua Petani Bengkulu Utara Ditangkap dan Ditahan Usai Konflik Lahan dengan Perusahaan Sawit |
|
|---|
| Tahun Kedua Kepemimpinan, Bupati Arie Prioritaskan Pembangunan Jalan dan Jembatan di Bengkulu Utara |
|
|---|
| Masuk Tahun Kedua Kepemimpinan, Bupati Arie Genjot Pembangunan Jalan dan Jembatan Bengkulu Utara |
|
|---|
| Bupati Arie Tinjau Lokasi Banjir di Batik Nau Bengkulu Utara, Bantuan Segera Disalurkan |
|
|---|
| Potret Perjuangan Anak Desa Tanjung Genting Bengkulu Utara Berangkat Sekolah Melintasi Banjir |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bengkulu/foto/bank/originals/PROGRES-KNMP-ENGGANO.jpg)