Kasus Pembunuhan Brigadir Nurhadi

Ibunda Misri Puspita Ungkap Kejanggalan Anaknya Dijadikan 'Kambing Hitam' Kasus Brigadir Nurhadi

Ibunda Misri mengaku sempat dihubungi putrinya yang menangis terisak setelah ditetapkan sebagai tersangka

|
Editor: Hendrik Budiman
istimewa
PEMBUNUHAN BRIGADIR NURHADI - Kolase foto Misri dan Brigadir Nurhadi. Ibunda Misri Puspita Sari (24) atau M dalam wawancara dengan Kompas.com di kediamannya di Kabupaten Muaro Jambi, IM (bukan nama sebenarnya) menyampaikan kejanggalan terkait keterlibatan putri sulungnya dalam peristiwa tragis tersebut. 

TRIBUNBENGKULU.COM - Ibunda Misri Puspita Sari (24) atau M dalam wawancara dengan Kompas.com di kediamannya di Kabupaten Muaro Jambi, IM (bukan nama sebenarnya) menyampaikan kejanggalan terkait keterlibatan putri sulungnya dalam peristiwa tragis tersebut.

Diketahui, Misri Puspita Sari (24) teman kencan Kompol I Made Yogi di Villa  Gili Trawangan, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) yang ikut jadi tersangka.

Ibunda Misri mengaku sempat dihubungi putrinya yang menangis terisak setelah ditetapkan sebagai tersangka pada Senin, (2/6/2025).

Telepon itu menjadi percakapan terakhir IM dengan putrinya, yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka. 

Sejak saat itu, IM tidak bisa lagi menghubungi M.

Semua pemberitaan mengenai kasus ini membuat IM terpukul.

Bahkan kini dirinya harus didampingi keluarga. IM juga menegaskan bahwa ia tidak ingin namanya disebut dalam pemberitaan. 

"Saya berharap putri saya tidak hanya jadi kambing hitam dalam kasus ini. Kami cuman minta supaya tidak ada yang ditutupi dalam kasus ini, dibuka apa adanya," tegas IM.

Awalnya, IM mengungkapkan jika putrinya berpamitan melalui telepon untuk memberitahukan bahwa ia akan pergi ke Lombok menemani seseorang.

"Sekembalinya dari Lombok, dia akan mengirimkan uang untuk biaya pendidikan adiknya yang akan masuk kuliah serta adiknya yang bungsu untuk masuk Taman Kanak-Kanak (TK)," ungkap IM.

IM pun mengizinkan Misri.

"Sebelum kejadian, dia pamit, 'Ma, aku mau nemani orang ini ke Lombok,' terus saya jawab, 'Ya hati-hati saja'," kata IM, saat diwawancarai pada Kamis (10/7/2025).

Namun, IM tidak menyebutkan siapa orang yang dimaksud putrinya.

Tak lama setelah percakapan itu, peristiwa pembunuhan Brigadir Nurhadi terjadi dan mencuat ke publik.

IM kemudian menerima telepon dari M.  Suara yang pertama terdengar adalah tangisan.

Halaman
1234
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved