Kamis, 11 Juni 2026

Pemkab Rejang Lebong

Pemkab Rejang Lebong Dukung Pelestarian Bahasa Daerah Lewat Bimtek Guru Utama

Pemkab Rejang Lebong gelar Bimtek Guru Utama untuk lestarikan bahasa daerah seperti Rejang dan Lembak di sekolah dan masyarakat.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: M Rizki Wahyudi | Editor: Ricky Jenihansen
Pemkab Rejang Lebong Dukung Pelestarian Bahasa Daerah Lewat Bimtek Guru Utama - Bimtek-bahasa-daerah.jpg
HO TribunBengkulu.com/Humas Pemkab Rejang Lebong
LESTARIKAN - Wabup Hendri saat menghadiri kegiatan Bimtek Guru Utama Revitalisasi Bahasa Daerah pada Selasa (15/7/2025) pagi. Pemkab Rejang Lebong menunjukkan komitmennya dalam melestarikan budaya lokal.
Pemkab Rejang Lebong Dukung Pelestarian Bahasa Daerah Lewat Bimtek Guru Utama - Bimtek-bahasa-daerah-2.jpg
HO Tribunbengkulu.com/Humas Pemkab Rejang Lebong
LESTARIKAN - Wabup Hendri saat menghadiri kegiatan Bimtek Guru Utama Revitalisasi Bahasa Daerah pada Selasa (15/7/2025) pagi. Pemkab Rejang Lebong menunjukkan komitmennya dalam melestarikan budaya lokal.

Laporan Wartawan TribunBengkulu.com, M. Rizki Wahyudi

TRIBUNBENGKULU.COM, REJANG LEBONG – Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong menunjukkan komitmennya dalam melestarikan budaya lokal dengan menggelar kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Guru Utama Revitalisasi Bahasa Daerah. 

Kegiatan ini terselenggara atas kerja sama dengan Balai Bahasa Provinsi Bengkulu.

Acara pembukaan berlangsung di Ruang Pola Pemkab Rejang Lebong pada Selasa (15/7/2025) pagi dan dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Rejang Lebong, Hendri Praja, SSTP, MSi.

Dalam sambutannya, Wabup Hendri menegaskan pentingnya menjaga eksistensi bahasa daerah di tengah derasnya arus globalisasi. 

Ia menyebut bahwa pelestarian bahasa lokal seperti Bahasa Rejang dan Lembak merupakan bentuk nyata kecintaan terhadap jati diri daerah.

"Bahasa daerah bukan sekadar alat komunikasi, tetapi juga bagian dari warisan budaya yang harus kita jaga bersama," sampai Wabup Hendri.

Melalui kegiatan ini, Pemkab Rejang Lebong berharap dapat melahirkan guru-guru utama yang mampu menjadi ujung tombak pelestarian bahasa daerah di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Bimtek ini diikuti oleh 35 peserta yang terdiri dari guru, kepala sekolah, pengawas, dan staf Dinas Pendidikan dari jenjang SD hingga SMP se-Kabupaten Rejang Lebong

Para peserta akan dibekali dengan berbagai materi edukatif tentang bahasa dan budaya lokal.

Wakil Bupati Hendri juga mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya para insan pendidikan, untuk bersama-sama membudayakan penggunaan bahasa daerah sejak dini.

"Semoga kegiatan ini jadi langkah awal bagi kita semua dalam menjaga kelestarian bahasa daerah," harapnya.

Sementara itu, Kepala Balai Bahasa Provinsi Bengkulu, Andriana Yohan, SS, MA, dalam pemaparannya menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari strategi revitalisasi bahasa daerah yang terus digencarkan.

Dalam pelatihan ini, peserta akan mendapatkan tujuh materi inti, yaitu: mengenal tradisi dan budaya lokal; membaca dan menulis aksara daerah; menulis cerpen, puisi, dan dongeng berbahasa daerah; serta membuat pidato dan komedi tunggal menggunakan bahasa daerah.

Tujuh narasumber kompeten turut dihadirkan untuk memberikan materi yang aplikatif dan relevan dengan dunia pendidikan saat ini.

"Kami ingin menumbuhkan kembali rasa bangga menggunakan bahasa daerah. Ini bukan hanya soal melestarikan kosakata, tapi juga menghidupkan kembali nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya," ujar Andriana.

Baca Berita TribunBengkulu.com Lainnya di Google News

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved