Selasa, 14 April 2026

Berita Bengkulu Tengah

Pemkab Bengkulu Tengah Telusuri Beras Diduga Oplosan yang Masih Beredar

Pemkab Bengkulu Tengah melalui Disdagperinkop dan UKM akan segera menelusuri beras berbagai merk yang diduga oplosan.

Penulis: Suryadi Jaya | Editor: Ricky Jenihansen
Suryadi Jaya
BERAS OPLOSAN - Sejumlah merk beras yang diduga oplosan masih tampak diperjualbelikan di salah satu minimarket di Bengkulu Tengah, Selasa (15/7/2025). Pemkab Bengkulu Tengah melalui Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disdagperinkop dan UKM) akan segera menelusuri beras berbagai merk yang diduga oplosan. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Suryadi Jaya

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU TENGAH - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkulu Tengah melalui Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disdagperinkop dan UKM) akan segera menelusuri beras berbagai merk yang diduga oplosan.

Dari penelusuran TribunBengkulu.com, terdapat sejumlah perusahaan produsen beras yang diduga melakukan pengoplosan (pencampuran,red) beras premium dengan beras kualitas dibawahnya.

Tak hanya itu, juga ada indikasi pengurangan jumlah atau berat bersih beras kemasan yang dijual.

"Kami sudah menerima informasi tersebut. Kami juga akan berkoordinasi dengan Disdagperikop Provinsi Bengkulu," ungkap Kabid Perlindungan Konsumen dan Kementrologian Disdagperinkop Bengkulu Tengah, Mimi Noviarti, Rabu (16/7/2025).

Diketahui, terdapat beberapa merek beras kemasan yang diduga dioplos.

Diantaranya, beras yang berasal dari PT Wilmar dengan merk Sania, Fortune dan Siip yang merupakan produk PT Wilmar Group, merk Raja Platinum dan Raja Ultima dari PT Belitang Panen Raya serta merk Dua Koki dari PT Subur jaya indotama.

Berbagai jenis beras kemasan tersebut masih ditemukan di sejumlah warung serta minimarket yang beroperasi di Kabupaten Bengkulu Tengah

"Ya, nanti akan dilakukan pengecekan langsung ke lapangan. Nanti kita informasikan hasilnya," jelas Mimi.

Beras Diduga Oplosan Masih Ditemukan Beredar di Bengkulu Tengah

Sebanyak 10 perusahaan produsen beras diduga mengoplos beras premium dengan beras yang memiliki kualitas dibawahnya dan melakukan pengurangan jumlah beras dalam kemasan.

Hal tersebut terungkap setelah Kementerian Pertanian (Mentan) melakukan sidak bekerjsama dengan Polri beberapa waktu lalu.

Dari pantauan TribunBengkulu.com, sejumlah merk beras dari dua produsen beras yang masuk dalam daftar tersebut masih dijual bebas di Bengkulu Tengah.

Beras yang ditemukan ini berasal dari PT Wilmar dengan merk Sania, Fortune dan Siip yang merupakan produk PT Wilmar Group, merk Raja Platinum dan Raja Ultima dari PT Belitang Panen Raya dan merk Dua Koki dari PT Subur jaya indotama.

Hingga saat ini, beras-beras yang diduga dioplos tersebut masih ditemukan di mini market modern dan toko-toko kelontong.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved