Selasa, 14 April 2026

Berita Mukomuko

Mengapa Koperasi Merah Putih di Mukomuko jadi Solusi Pengangguran? Ini Penjelasan Bupati

Peluncuran Koperasi Merah Putih di Mukomuko Bengkulu diresmikan Prabowo, Choirul Huda ungkap Tiang Pertumbuhan Ekonomi.

|
Panji Destama/TribunBengkulu.com
KOPERASI MERAH PUTIH - Bupati Mukomuko, Bengkulu, Choirul Huda saat menyematkan topi simbol diluncurkannya Koperasi Merah Putih, di Desa Lubuk Gedang, Mukomuko, Bengkulu, Senin (21/7/2025). Peluncuran Koperasi Merah Putih di Mukomuko Bengkulu diresmikan Prabowo, Choirul Huda ungkap Tiang Pertumbuhan Ekonomi. 

Koperasi Merah Putih Hadir di Mukomuko: Peluang Baru Tekan Pengangguran dan Bangkitkan Ekonomi Desa

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama

TRIBUNBENGKULU.COM, MUKOMUKO – Peluncuran serentak 80.081 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih oleh Presiden Prabowo Subianto, Senin (21/7/2025), menjadi momen bersejarah bagi Indonesia.

Program ini bukan hanya simbol kebangkitan ekonomi desa, tapi juga diharapkan mampu mengurangi pengangguran dan mendorong kemandirian desa secara sistemik.

Koperasi Merah Putih adalah program strategis nasional yang diinisiasi oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto pada tahun 2025.

Program ini bertujuan untuk membangun koperasi di setiap desa dan kelurahan di Indonesia, sebagai solusi nyata untuk pemerataan ekonomi, pengurangan pengangguran, dan penguatan ekonomi lokal.

Dari ribuan koperasi yang diluncurkan, dua di antaranya hadir di Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, yakni di Desa Pulai Payung dan Desa Lubuk Gedang.

Koperasi sebagai Wadah Lapangan Kerja Baru

Bupati Mukomuko, Choirul Huda, yang turut hadir dalam peluncuran di Desa Lubuk Gedang, menyampaikan bahwa Koperasi Merah Putih adalah tiang pertumbuhan ekonomi desa, dan akan menjadi solusi konkret bagi pengangguran di daerah.

"Koperasi ini akan membuka peluang kerja bagi pemuda-pemudi desa. Dari pengelolaan sembako, LPG, hingga pengolahan hasil pertanian semua membutuhkan tenaga kerja lokal," ujar Choirul Huda.

Ia menekankan bahwa pengalaman dari kegagalan beberapa BUMDes di masa lalu harus menjadi pelajaran.

Koperasi Merah Putih harus dikelola lebih profesional, akuntabel, dan melibatkan masyarakat secara aktif.

Langkah Nyata untuk Tekan Pengangguran di Desa

Koperasi Merah Putih dirancang bukan sekadar simpan-pinjam, tetapi sebagai pusat usaha produktif desa, yang mencakup:

  • Gerai sembako dan LPG 3 kg
  • Klinik dan apotek desa
  • Gudang, cold storage, dan pengeringan hasil panen
  • Agen pupuk, pembayaran listrik, serta usaha lain sesuai potensi desa

"Dengan model ini, pemuda desa tak perlu lagi merantau. Lapangan kerja bisa tercipta di kampung halaman sendiri," tegas Huda.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved