Jumat, 5 Juni 2026

Penemuan Jasad Perempuan di Gresik

Tangis Pilu Ibunda Sevi Ayu Driver Ojol Jasadnya Dalam Kardus di Gresik

Matanya sembab, suaranya bergetar, seolah tak percaya anak perempuannya kini sudah wafat. 

Tayang:
Editor: Hendrik Budiman
TribunJatim.com/M Taufik dan Dokumen Pribadi
DRIVER OJOL DITEMUKAN TEWAS - Sumaiyah (kiri) ibu dari driver ojol wanita yang ditemukan tewas mengenaskan di dalam kardus mengenang detik-detik terakhir kepergian anaknya Sevi Ayu Claudia, Senin, (28/7/2025). 

TRIBUNBENGKULU.COM - Tangis pilu Sumaiyah, ibu Sevi Ayu Claudia (30), driver ojol wanita yang ditemukan tewas dalam kondisi terbungkus kardus di pinggir Jalan Kedamean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur (Jatim) pada Minggu (27/7/2025) pagi.

Matanya sembab, suaranya bergetar, seolah tak percaya anak perempuannya kini sudah wafat. 

Menurut cerita Sumaiyah, Sevi pergi pad Sabtu (26/7/2025) sekitar pukul 16.00. 

Sevi pergi  membawa sepeda motor Honda Beat warna hitam nopol W 6043 WC. Saat itu, korban tidak berpamitan hendak pergi ke mana.

"Biasanya pamitan kalau mau ojol, tapi kemarin itu gak pamitan, gak salim (cium tangan) juga," ungkap Sumaiyah. Dikutip Surya.co.id

Hingga malam pukul 21.00 WIB, Sevi belum pulang.

Baca juga: Sadisnya SR Bunuh Sevi Ayu Driver Ojol di Gresik, Pukul Korban Hingga Tewas Lalu Dibungkus Kardus

Sumaiyah sempat mengirim pesan singkat lewat WhatsApp (WA) namun tidak ada respons. Hingga dini hari tak ada kabar.

"Jam 3 pagi itu saya hubungi lagi, tapi tetap gak dibalas, sampai subuh. Saya sudah berniat lapor polisi pagi harinya," lanjutnya.

Belum sempat melapor ke polisi, siang harinya, ia dihubungi oleh Budi, ketua RT setempat.

Menanyakan apakah Sevi ada di rumah. Sebab, ada kabar penemuan mayat di Gresik diduga Sevi.

"Saya ditanya Pak RT Sevi ada di rumah apa enggak, karena Pak RT dapat kabar dari polisi kalau anak saya itu meninggal di Gresik," pungkasnya.

Pengakuan Pelaku SR

Pengakuan SR, pria yang tega menghabisi nyawa Sevi Ayu Claudia (30), driver ojol wanita ditemukan tewas dalam kondisi terbungkus kardus di pinggir Jalan Kedamean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur (Jatim) pada Minggu (27/7/2025) pagi.

SR pelaku pembunuhan buka suara, dalam pengakuannya kepada polisi, SR mengaku nekat menghabisi nyawa Sevi karena merasa ditipu. 

Ia menyebut korban menjanjikannya bisa lolos seleksi PNS dengan imbalan Rp5 juta. 

Dari hasil pemeriksaan, korban dan tersangka rupanya sudah kenal sejak tahun 2021. 

Saat itu korban menawarkan kepada tersangka untuk seleksi masuk PNS.

Tersangka SR kemudian memberikan uang kepada korban Rp 5 juta.

Tetapi karena ternyata gagal lolos seleksi masuk PNS, tersangka SR minta kembali uang tersebut. Namun korban beralasan masih diusahakan.
 
Merasa kesal, SR memukul korban hingga tewas.

"Karena merasa kesal, pelaku mengundang korban ke tempat kerjanya yaitu tempat fotocopy di Sidojarjo dengan alasan menawari kerja freelance. Sampai di TKP, pelaku memukul korban sampai meninggal dunia," paparnya melansir Surya.co.id, Senin (28/7/2025).

PEMBUNUHAN OJOL DALAM KARDUS - Kolase foto pembunuh driver ojol dalam kardus yang berhasil diamankan oleh aparat kepolisian, Senin (28/7/2025).
PEMBUNUHAN OJOL DALAM KARDUS - Kolase foto pembunuh driver ojol dalam kardus yang berhasil diamankan oleh aparat kepolisian, Senin (28/7/2025). (TribunGresik)

Polres Gresik sudah mengamankan satu orang tersangka yaitu SR dan satu orang lagi yang baru diamankan, karena diduga turut membantu pembunuhan itu.

"Jadi kami mohon waktu untuk mendalami, masih banyak yang harus kami dalami, pertama terkait  sampel cairan di bagian intim korban kami bawa ke labfor. Kemudian tes toksikologi untuk mengetahui apa ada racun di tubuh korban," papar kapolres.

Tragedi ini menjadi tamparan bagi banyak pihak. Tentang kepercayaan yang disalahgunakan, janji yang membawa malapetaka, dan pentingnya penegakan hukum yang tegas.

Kini, keluarga korban hanya bisa berharap keadilan ditegakkan. Di sisi lain, publik pun berduka atas kepergian Sevi Ayu Claudia, perempuan yang hanya ingin mencari nafkah lewat jalan halal, tapi justru menjadi korban kekerasan yang tak berperikemanusiaan.

Sebelumnya, tersangka berinisial SR ditangkap di kontrakannya di kecamatan Menganti, kabupaten Gresik, Senin (28/7/2025). 

Polisi menyebut, tersangka dan korban Sevi Ayu Claudia saling kenal SR (36) berasal dari Sidorajo.

"Alhamdulilah tim Macan Giri Polres sudah melakukan penangkapan salah satu pelaku berinisial SR umur 36 tahun warga Sidoarjo tinggal di Kecamatan Menganti," tegas Kapolres Gresik, AKBP Rovan Richard Mahenu.

Dalam kasus ini, Tim Macan Giri Satreskrim Polres Gresik menangkap 2 orang tersangka yang terlibat dalam pembunuhan Sevi Ayu Claudia.

Salah satu dari mereka telah mengaku. Sedangkan satu lainnya masih dimintai keterangan. 

Selain itu, salah satu tersangka juga sempat ditembak oleh polisi karena sempat melakukan perlawanan saat akan ditangkap. 

"Dalam melakukan pengembangan, ada perlawanan sehingga melakukan tindakan tegas terukur," ucapnya.

Selain itu, lanjutnya, seluruh barang bukti sudah diamankan, seperti tali rafia, lakban, dan handuk.

"Motif, dan hubungan asrama, masih kami dalami. Ini komitmen kami memberikan rasa keadilan kepada korban," tutupnya.

Nasib Tragis Sevi Ayu

Nasib tragis menimpa Sevi Ayu Claudia, seorang wanita muda yang sehari-hari bekerja sebagai driver ojek online. 

Jasadnya ditemukan dalam kondisi mengenaskan—terbungkus dalam kardus di wilayah Gresik, Jawa Timur. 

Penemuan ini langsung menghebohkan warga dan memicu penyelidikan mendalam oleh pihak kepolisian.

Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu membeberkan sosok jasad yang ditemukan di dalam Kardus di jalan raya Kedamean, Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik, Minggu (27/7/2025) pagi.

Identitas korban bernama Sevi Ayu Claudia berusia 30 tahun asal Pecantingan, Sekardangan, Kabupaten Sidoarjo. 

Wanita yang berprofesi sebagai ojek online ini mengalami luka di kepala.

"Korban meninggal akibat kekerasan benda tumpul di kepala yang menyebabkan pendarahan di bawah selaput otak," ujar Kapolres Gresik, AKBP Rovan Richard Mahenu, Senin (28/7/2025).

Pemeriksaan luar dan dalam guna mengungkap penyebab kematian korban. 

Mengingat jasad wanita tersebut dibungkus plastik, dan kardus, diikat dengan tali dan lakban. 

Sadisnya lagi, dibuang di pinggir jalan raya Kedamean, Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik, Minggu (27/7/2025) pagi.

Baca juga: Kronologi Penemuan Jasad dalam Kardus di Gresik, Kondisi Terakhir Perkuat Dugaan Pembunuhan

Saat ditemukan korban masih mengenakan pakaian lengkap jaket jeans warna biru, kaos warna hitam, dan celana legging abu-abu.

"Kesimpulan hasil autopsi jenazah perempuan berusia 30 tahun diperkirakan meninggal 18 jam sampai 24 jam sebelum pemeriksaan dilakukan," tuturnya.

Kapolres menuturkan, dalam pemeriksaan di tubuh korbab ditemukan cairan putih di alat kelamin. 

Temuan ini membuat polisi melakukan pemeriksaan lanjutan.

"Ditemukan cairan warna putih di alat kelamin, sehingga kami akan lakukan pemeriksaan lanjutan," tutupnya.

Warga di jalan raya Kedamean, Gresik digegerkan penemuan jasad dalam kardus, Minggu (27/7/2025). 

Jasad tersebut berada persis di pinggir jalan.

Penemuan jasad ini masih terbungkus plastik hitam dan kardus. Polisi sudah memasang garis polisi. 

Penemuan jasad ini diperkirakan pukul 08.00 Wib.

"Benar, untuk identitas dan jenis kelamin kami masih menunggu hasil identifikasi," ucap Kapolsek Kedamean, Iptu Ekwan Hudin, Minggu (27/7/2025).

Penemuan jasad dalam kardus menggegerkan warga Kedamean, Gresik.

Jasad tersebut dibungkus plastik hitam dan dibungkus kardus dibuang di pinggir jalan raya Kedamean, masuk desa Banyuurip, Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik, Minggu (27/7/2025).

Bungkusan berisi jasad itu telah dievakuasi ke RSUD Ibnu Sina Gresik. Kondisi mayat diduga seperti membungkuk saat dibungkus. Polisi masih menunggu hasil otopsi dari dokter forensik.

"Masih kami dalami terkait dengan tadi, di TKP sempat kita cek, masih kami dalami sementara jenis kelamin perempuan, identitas kami nanti infokan lebih lanjut," ujar Kasatreskrim Polres Gresik, AKP Abid Uais Al-Qarni Aziz saat ditemui di kamar mayat.

 Abid sapaan akrabnya menjelaskan, sejumlah saksi sudah dimintai keterangan terkait kasus penemuan mayat ini. Guna menguak penyebab kematian mayat berjenis kelamin perempuan ini.

 

Artikel ini telah tayang di TribunJatim.com

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved