Senin, 4 Mei 2026

Berita Viral

Alasan Bocah SD di Semarang Terpaksa Lewati Kali ke Sekolah, Ternyata Ada Sengketa Tanah

Terkuak alasan bocah SD di Semarang terpaksa lewati kali ke sekolah ditemani sang ibu.

Tayang:
Editor: Yuni Astuti
Instagram im semarang.official
BOCAH SD DI SEMARANG - Ternyata ini alasan bocah SD di Semarang harus lewati kali ketika pergi ke sekolah, Selasa (29/7/2025). 

TRIBUNBENGKULU.COM - Terkuak alasan bocah SD di Semarang terpaksa lewati kali ke sekolah ditemani sang ibu.

SEJ siswi SD asal Semarang tetap bersemangat berangkat ke sekolah mewski harus menyusuri kali dengan bebatuan.

Kejadian yang dialami SEJ ini viral di media sosial, dalam video tresebut disebutkan jika SEJ harus melewati kali karena akses jalan di rumah mereka di tutup tetangga.

Diketahui, keluarga tersebut beralamat di Jalan Lamongan Selatan 2 RT 07/RW01 Kelurahan Bendan Ngisor, Kecamatan Gajahmungkur, Semarang.

Pengakuan Juladi Boga Siagian (54), orang tua siswi SD yang memviralkalkan video tersebut di media sosial, anaknya terpaksa harus turun ke sungai demi berangkat ke sekolah sudah terjadi sejak Kamis pekan lalu.

Hal ini karena rumah tempat tinggal mereka ditutup oleh pihak tertentu, dalam hal ini pihak pengacara Alberto Sinaga.

Sehingga satu-satunya jalan yakni turun melewati pinggiran sungai.

Berdasarkan keterangan Juladi, permasalahan ini terjadi karena adanya sengketa atas klaim kepemilikan tanah tempat tinggal mereka dengan pihak lain, dalam hal ini client dari pengacara Alberto Sinaga, Sri Rejeki.

Sementara itu, istri Juladi, Imelda Tobing (55) mengaku, atas kejadian ini membuat akses mereka untuk bepergian keluar rumah menjadi sulit.

Termasuk pula ketika mengantarkan anak mereka pergi ke sekolah.

"Ya saya antar dulu anak daya turun ke bawah, naik lewat jembatan. Pulang juga begitu. Kalau mau ke warung juga atau belanja tetap lewat situ juga," kata Imelda, Senin (28/7/2025).

Ia menyebut, sang anak yang kini duduk di bangku kelas 2 SD di SDN 01 Sampangan Kota Semarang saat ini tidak dapat bermain ke luar rumah di lingkungan tempat tinggalnya.

"Anak saya sering bilang adek pengen main. Ya gimana nak, intinya saya sampaikan untuk sabar. Walaupun dia juga sering bilang takut kalau ada orang yang berniat jahat. Depresi mental anak saya yang saya khawatirkan apalagi dia perempuan," kata dia.

"Anak saya kalau main sekarang sudah tidak bisa lagi semenjak ditutup ini. Ada temannya yang sering kesini, ajak anak saya main. Anak saya minta, mama adek pengen main, ya tapi mau bagaimana?," kata dia.

Kejadian ini menjadi sorotan tersendiri warga setempat, apalagi klaim dari warga menyebutkan jika Juladi memang kurang bersosialisasi dengan baik di lingkungan tersebut.

Baca juga: Pilunya Bocah SD di Semarang Lewat Kali Demi ke Sekolah, Gegara Akses Jalan Ditutup Tetangga

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved