Jalinbar Sumatera Amblas
Jalan Lintas Barat Sumatera di Bengkulu Utara Amblas, Warga Khawatir Keselamatan Pengendara
Jalan Lintas Barat Sumatera di Bengkulu Utara amblas tergerus ombak laut. Warga khawatir, apalagi titik abrasi berada di tikungan dan minim penerangan
Penulis: Bima Kurniawan | Editor: Ricky Jenihansen
Laporan Reporter TribunBengkulu.com, M. Bima Kurniawan
TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU UTARA - Kondisi Jalan Lintas Barat Sumatera di Kabupaten Bengkulu Utara amblas hingga setengah badan jalan akibat abrasi yang disebabkan oleh hantaman ombak laut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun TribunBengkulu.com, terdapat empat titik lokasi jalan amblas.
Tiga titik berada di Desa Serangai, Kecamatan Batik Nau, dan satu titik lainnya di Desa Urai, Kecamatan Ketahun, Kabupaten Bengkulu Utara.
Plt Kepala Desa Serangai, Ulul Azmi, menerangkan kondisi jalan yang kian tergerus oleh air laut.
"Miris, kondisi jalannya berangsur amblas. Sudah setengah jalan terkikis oleh ombak," ucap Azmi.
Menurutnya, amblasnya jalan tersebut sudah berlangsung sejak sekitar dua bulan lalu, tepatnya sejak Mei 2024.
"Kalau yang di titik baru ini sudah sekitar dua bulan yang lalu, yang lainnya sudah ada sekitar delapan bulan ini, dan ada yang sejak 2009. Tapi yang lain sudah diperbaiki sementara," beber Ulul.
Namun, ia mengungkapkan bahwa kondisi jalan di titik-titik lain yang telah diperbaiki itu belum sepenuhnya normal.
"Jalan lain yang sudah diperbaiki itu belum 100 persen normal," katanya.
Beruntung, hingga kini belum terjadi kecelakaan pengendara akibat kondisi jalan yang amblas tersebut.
"Kalau sampai saat ini belum ada, jangan sampai terjadi," ujar Ulul.
Baca juga: Amarah Istri Korban Pembunuhan Sadis di Kembang Manis Bengkulu Utara: Penjara Seumur Hidup!
Ia pun mengimbau pengendara yang melintasi jalur tersebut untuk tetap waspada, terlebih karena lokasi titik abrasi berada di tikungan dan tanjakan.
"Kita mengimbau pengendara untuk waspada saat melintasi jalur ini, apalagi kondisi jalur di titik abrasi tersebut di tikungan dan tanjakan," kata Ulul.
Selain itu, jalur di sekitar lokasi juga minim penerangan, sehingga pengendara kerap tidak melihat jalan yang amblas.
"Perlu kita antisipasi pengendara yang melintas, terutama pada malam hari, karena di sini tidak ada penerangannya," ungkap Ulul.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bengkulu/foto/bank/originals/KONDISI-JALAN-BU-AMBLAS.jpg)