Senin, 8 Juni 2026

Berita Kepahiang

Target Zero 2030, Pemkab Angkat 60 Anak di Kepahiang Bengkulu Jadi Anak Asuh Pencegahan Stunting 

Sebanyak 60 anak akan menjadi anak asuh untuk program pendampingan pencegahan stunting

Tayang:
Penulis: Romi Juniandra | Editor: Yunike Karolina
HO Diskominfo Kepahiang/Julian Siregar
CEGAH STUNTING - Wabup Kepahiang Provinsi Bengkulu, Abdul Hafizh saat memimpin rapat Gerakan Genting di Kepahiang, Jumat (8/8/2025). 60 anak akan jadi anak asuh cegah stunting di Kepahiang. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Romi Juniandra

TRIBUNBENGKULU.COM, KEPAHIANG - Sebanyak 60 anak akan menjadi anak asuh untuk program pendampingan pencegahan stunting oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepahiang, Bengkulu.

Hal ini terungkap saat rapat koordinasi Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) bersama seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Pemkab Kepahiang, Jumat (8/8/2025).

Rapat ini dipimpin oleh Wakil Bupati (Wabup) Kepahiang, Ir. Abdul Hafizh, M.Si selaku Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Kepahiang.

Ditegaskan Abdul Hafizh, Gerakan Genting ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang stunting sekaligus mengajak mereka berperan aktif dalam pencegahannya. 

"Dan berdasarkan pendataan TPPS, terdapat 60 anak berisiko stunting di Kepahiang, yang akan mendapatkan pendampingan melalui program Genting di tahun ini," kata Hafizh kepada TribunBengkulu.com.

 

Kepala OPD Kepahiang soal stunting
CEGAH STUNTING KEPAHIANG - Para kepala OPD di Kepahiang Provinsi Bengkulu, Jumat (8/8/2025). Wabup Abdul Hafizh meminta kepala OPD berperan aktif jadi orang tua asuh cegah stunting.

Kepada seluruh kepala OPD, Hafizh juga berpesan agar mereka berperan aktif sebagai orang tua asuh bagi anak beresiko stunting.

Anak asuh ini harus mendapatkan dukungan, terutama berupa asupan gizi, pendampingan, hingga pendidikan.

"Semua pihak harus berperan aktif, mencegah stunting. Saya telah memerintahkan para kepala OPD untuk terlibat sebagai orang tua asuh cegah stunting," ujar Hafizh.

Ia menambahkan, program tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesehatan dan gizi anak, mencegah stunting, serta memperkuat kualitas sumber daya manusia di masa depan.

“Sebagaimana visi dan misi bupati dan wakil bupati, pada tahun 2030 Kepahiang diharapkan dapat mencapai Zero Stunting,” kata dia.

Sementara, catatan dari TPPS, pada tahun 2023 lalu, angka stunting di Kepahiang 22,01 persen.

Kemudian, dalam Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) di tahun 2024 lalu, angka stunting di Kepahiang turun tajam, dan kini ada di angka 17 persen, atau turun sebesar 5,01 persen.

Dengan penurunan ini, Hafizh optimis, target zero stunting di Kepahiang tercapai pada 2030 nanti.

"Dan kalau bisa, lebih cepat, sebelum tahun 2030 kita sudah zero stunting," ungkap Hafizh.

Baca juga: Pasca Kebakaran, Siswa SDN 10 Ujan Mas Kepahiang Masuk Bergantian, Pemkab Diminta Bergerak Cepat

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved