Berita Kepahiang
Target Zero 2030, Pemkab Angkat 60 Anak di Kepahiang Bengkulu Jadi Anak Asuh Pencegahan Stunting
Sebanyak 60 anak akan menjadi anak asuh untuk program pendampingan pencegahan stunting
Penulis: Romi Juniandra | Editor: Yunike Karolina
Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Romi Juniandra
TRIBUNBENGKULU.COM, KEPAHIANG - Sebanyak 60 anak akan menjadi anak asuh untuk program pendampingan pencegahan stunting oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepahiang, Bengkulu.
Hal ini terungkap saat rapat koordinasi Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) bersama seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Pemkab Kepahiang, Jumat (8/8/2025).
Rapat ini dipimpin oleh Wakil Bupati (Wabup) Kepahiang, Ir. Abdul Hafizh, M.Si selaku Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Kepahiang.
Ditegaskan Abdul Hafizh, Gerakan Genting ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang stunting sekaligus mengajak mereka berperan aktif dalam pencegahannya.
"Dan berdasarkan pendataan TPPS, terdapat 60 anak berisiko stunting di Kepahiang, yang akan mendapatkan pendampingan melalui program Genting di tahun ini," kata Hafizh kepada TribunBengkulu.com.
Kepada seluruh kepala OPD, Hafizh juga berpesan agar mereka berperan aktif sebagai orang tua asuh bagi anak beresiko stunting.
Anak asuh ini harus mendapatkan dukungan, terutama berupa asupan gizi, pendampingan, hingga pendidikan.
"Semua pihak harus berperan aktif, mencegah stunting. Saya telah memerintahkan para kepala OPD untuk terlibat sebagai orang tua asuh cegah stunting," ujar Hafizh.
Ia menambahkan, program tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesehatan dan gizi anak, mencegah stunting, serta memperkuat kualitas sumber daya manusia di masa depan.
“Sebagaimana visi dan misi bupati dan wakil bupati, pada tahun 2030 Kepahiang diharapkan dapat mencapai Zero Stunting,” kata dia.
Sementara, catatan dari TPPS, pada tahun 2023 lalu, angka stunting di Kepahiang 22,01 persen.
Kemudian, dalam Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) di tahun 2024 lalu, angka stunting di Kepahiang turun tajam, dan kini ada di angka 17 persen, atau turun sebesar 5,01 persen.
Dengan penurunan ini, Hafizh optimis, target zero stunting di Kepahiang tercapai pada 2030 nanti.
"Dan kalau bisa, lebih cepat, sebelum tahun 2030 kita sudah zero stunting," ungkap Hafizh.
Baca juga: Pasca Kebakaran, Siswa SDN 10 Ujan Mas Kepahiang Masuk Bergantian, Pemkab Diminta Bergerak Cepat
Berita Kepahiang
kepahiang
Bengkulu
stunting
Pemkab Kepahiang
Nihil Stunting
Wakil Bupati Abdul Hafizh
Wakil Bupati kepahiang Abdul Hafizh
| Harga Bahan Pokok Naik, Pedagang Rumah Makan di Kepahiang Keluhkan Pendapatan Menurun |
|
|---|
| PAD Kepahiang Tembus Rp20,4 Miliar, BKD Masih Tunggu Laporan Penerimaan OPD dan BLUD |
|
|---|
| Kepahiang Terima DBH Rp7,7 Miliar, tapi Masih Punya Beban Utang Program Rp23 Miliar |
|
|---|
| Terima DBH Rp7,7 Miliar dari Pemprov Bengkulu, Kepahiang Belum Cukup Tutupi Gagal Bayar Rp23 Miliar |
|
|---|
| Pemkab Kepahiang Kembali Raih Opini WTP, Bupati Zurdi Nata Sebut Hasil Kerja Keras Seluruh OPD |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bengkulu/foto/bank/originals/60-anak-di-Kepahiang-jadi-anak-asuh-stunting.jpg)