Jumat, 24 April 2026

HUT ke 80 RI

Kumpulan Puisi Kemerdekaan Ini Cocok Dibaca saat Upacara 17 Agustus 2025

kumpulan puisi kemerdekaan yang tak hanya menyentuh hati, tapi juga membangkitkan semangat nasionalisme

Editor: Hendrik Budiman
Ilustrasi TribunBengkulu.com/ChatGpt
HUT RI - Ilustrasi orang membaca puisi. Kumpulan puisi kemerdekaan yang tak hanya menyentuh hati, tapi juga membangkitkan semangat nasionalisme generasi masa kini. 

TRIBUNBENGKULU.COM -  Setiap tanggal 17 Agustus, langit Indonesia seolah bersuara: mengenang perjuangan, merayakan kemerdekaan, dan menyemai harapan. 

Di tengah gegap gempita upacara dan lomba, puisi menjadi cara paling sunyi namun dalam untuk menyampaikan cinta pada tanah air. 

Artikel ini menghadirkan kumpulan puisi kemerdekaan yang tak hanya menyentuh hati, tapi juga membangkitkan semangat nasionalisme generasi masa kini.

Baca juga: 15+ Ucapan Hari Kemerdekaan 17 Agustus 2025 dalam Bahasa Inggris

Sebagaimana diketahui Pelaksanaan upacara di HUT ke-80 RI akan dilaksanakan pada, Minggu 17 Agustus 2025 mendatang.

Simak pilihan puisi penuh makna berikut untuk memperkuat semangat Merah Putih.

Pejuang Kemerdekaan
Karya: Rahmy Ardhy

Merah darahmu menggelora
Semangat juangmu membara
Tak pernah padam
Meski harus berkorban nyawa
Meski harus menderita
Kau telah memperjuangkan
Kemerdekaan Indonesia
Dengan perkasa
Dengan susah payah
Tanpa keluh kesah
Tak akan kami sia-siakan hasil
Perjuanganmu
Akan kami isi dengan membangun negeri
Agar Indonesia semakin mandiri.

Di bawah Kibaran Merah Putih
Oleh: M. Taufiq Affandi

Aku tersimpuh
di bawah kibaran merah putih
bayangnya berdansa dengan pasir yang kupijak
melekuk, meliuk, menggelora

Aku tersimpuh
di bawah naungan merah putih
yang enggan turun, enggan layu
setelah lama badai menghujamnya

Mencari pijakan, aku harus bangkit
menepis debu yang menggelayutiku
menebalkan lagi tapak kakiku
ini waktuku berdiri!

Tak lagi aku lengah, takkan
ini tanah bukan tanah tanpa darah
ia terhampar bukan tanpa tangis
terserak cecer tiap partikel mesiu di sana

Jika pada patahan waktu yang lalu
aku bersembunyi, berkarung
pada lipatan detik ini, aku bukanlah kemarin
aku adalah detik ini, aku akan menjadi esok

Aku terhuyung
memegang erat tiang merah putih
aku memanjat asa, memupuk tekad
Indonesia, pegang genggam beraniku!

Genggam… genggam erat
akan kusongsong duri, kutapak tebing
perjuangan ini belum pudar
aku akan mengawalmu, merah putihku!

Pemuda Pahlawan

Gelagat keharuan tercium bagai bangkai kecoa yang mulai hancur
Waktumu tidak banyak di atas fana
Rapatkan jari-jemarimu agar sampai menuju menara

Bulatkan tekadmu untuk melawan arus kebencian setiap manusia-manusia itu
Kukuhkan dua kakimu sampai ke kepala
Tarik tali pelontar kain merah putihmu

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved