Senin, 8 Juni 2026

Berita Viral

Nasib Keluarga Pasien yang Paksa Buka Masker hingga Caci Maki Dokter, Terancam Penjara

Nasib keluarga pasien yang paksa buka masker hingga caci maki dokter Syahpri, kini dipolisikan.

Tayang:
Editor: Yuni Astuti
Instagram/RSUD Sekayu
DOKTER RSUD SEKAYU VIRAL - Tangkapan layar detik-detik Dokter Syahpri dipaksa buka masker dan dicaci maki oleh keluarga pasien RSUD Sekayu, Sumatera Selatan pada. Belum ada permintaan maaf, begini nasib keluarga pasien yang caci maki dr Syahpri. Kamis (14/8/2025). 

Lulus dari Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) pada tahun 2006 setelah mulai kuliah pada 1999, dr Syahpri memulai kariernya sebagai dokter di daerah yang saat itu terkenal ekstrem yakni di Kecamatan Lalan, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba).

“Dulu Lalan itu terkenal dengan buayanya. Untuk sampai ke lokasi, kami harus menyeberangi sungai, dan satu-satunya akses ya cuma perahu," ujar Syahpri.

Lanjut dia, zaman itu memang keras, tapi belum ada handphone seperti sekarang. Kalau terjadi sesuatu, kita benar-benar sendirian. 

"Kalau mau dibandingkan, kondisi waktu itu bahkan lebih parah dari sekarang. Kalau tembak ya tembak dan tidak ada bukti rekamanan,"ungkapnya.

Dengan kondisi minim fasilitas dan komunikasi terbatas, dr Syahpri tetap menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab.

Ia melayani masyarakat Lalan dengan segala keterbatasan, dari logistik medis hingga akses ke rujukan rumah sakit yang jauh.

Di tengah segala tantangan itu, ia dikenal sebagai sosok yang tangguh dan tidak pernah mengeluh.

Beberapa tahun setelahnya, ia memutuskan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang spesialisasi penyakit dalam, memperdalam ilmunya demi memberikan pelayanan yang lebih baik bagi masyarakat. 

Setelah menyelesaikan pendidikan spesialis, ia memilih untuk kembali dan mengabdi di kampung halaman, tepatnya di RSUD Sekayu.

Di rumah sakit tersebut, dr Syahpri menjadi salah satu dokter spesialis yang dipercaya dan disegani.

Rekan sejawat maupun pasien mengenalnya sebagai pribadi yang tegas namun bersahaja, profesional dalam pelayanan, dan penuh tanggung jawab terhadap pasien-pasiennya.

Kini, di tengah tantangan baru yang dihadapinya, dr Syahpri tetap teguh menjalankan tugas sebagai dokter.

Ia memilih untuk tetap memberikan pelayanan terbaik, sembari menempuh langkah hukum atas kejadian yang dinilainya mencoreng etika serta keamanan tenaga kesehatan. 

 

Artikel ini telah tayang di TribunSumsel.com

 

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved