Senin, 8 Juni 2026

HUT ke 80 RI di Bengkulu

5.000 Pendaki Ikuti Upacara HUT ke-80 RI di Puncak Bukit Kaba 1.938 Mdpl Rejang Lebong Bengkulu

Ribuan pendaki rayakan HUT ke-80 RI di Puncak Bukit Kaba, bendera raksasa dikibarkan meski puncak diselimuti kabut tebal.

Tayang:
Penulis: M Rizki Wahyudi | Editor: Ricky Jenihansen
M Rizki Wahyudi/Tribunbengkulu.com
PENGIBARAN BENDERA – Suasana pengibaran di puncak TWA Bukit Kaba, Minggu (17/8/2025). Ribuan pendaki merayakan HUT ke-80 RI di gunung berapi aktif Rejang Lebong. 

Laporan Wartawan TribunBengkulu.com, M. Rizki Wahyudi

TRIBUNBENGKULU.COM, REJANG LEBONG – Sedikitnya 5.000 pendaki memadati Puncak Bukit Kaba, Rejang Lebong, Bengkulu, untuk mengikuti upacara peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI pada Minggu (17/8/2025) pagi.

Prosesi pengibaran bendera di ketinggian 1.938 meter di atas permukaan laut (mdpl) itu berlangsung khidmat meski kawasan puncak diselimuti kabut tebal.

Sejak Sabtu (16/8/2025) sore, jalur pendakian dari Desa Sumber Urip, Kecamatan Selupu Rejang, sudah dipadati rombongan pendaki.

Mereka datang dari berbagai daerah, dengan jumlah terbanyak berasal dari Kota Bengkulu dan Lubuklinggau, Sumatera Selatan.

Tak hanya kalangan muda, pendakian ini juga diikuti pelajar, mahasiswa, komunitas pecinta alam, hingga pendaki berusia lanjut yang ingin merasakan momen bersejarah tersebut.

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Bukit Kaba, Yulian Adi Pratama, mengatakan jumlah pendaki tahun ini meningkat drastis dibanding tahun sebelumnya.

“Jumlahnya hampir dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya. Mengingat ada bendera terbesar dan terpanjang yang dikibarkan pada tahun ini,” ujarnya.

Bendera terpanjang memiliki ukuran sekitar 90 meter, sedangkan bendera terbesar lebarnya mencapai 45 meter.

“Antusiasme masyarakat sangat tinggi, apalagi tahun ini pengibaran bendera lebih meriah karena ada bendera terbesar, terpanjang, dan terbanyak yang dibentangkan di puncak,” tambahnya.

Momentum perayaan HUT RI di Bukit Kaba telah menjadi tradisi tahunan yang selalu ditunggu para pendaki.

Baca juga: Muncul Nama-Nama Dicurigai Pembunuh Resma Reta di Curup Bengkulu, Polisi Mulai Periksa Jejak Digital

Selain menumbuhkan rasa nasionalisme, kegiatan ini juga berdampak positif bagi sektor pariwisata Rejang Lebong.

"Ini adalah kegiatan tahunan, setiap tahunnya selalu ramai yang mendaki pada momen 17-an," lanjut Yulian.

Suasana pendakian diwarnai cuaca dingin dan kabut tebal sejak pagi hari.

Bahkan saat prosesi pengibaran bendera berlangsung, kabut masih menyelimuti kawasan puncak.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved