Buku Jokowi White Paper
Roy Suryo Cs Bongkar Dugaan Sabotase Peluncuran Buku Jokowi's White Paper
Menurut kuasa hukum Roy Suryo Cs, Ahmad Khozinudin, acara itu awalnya telah dijadwalkan dan dibooking sejak Minggu (17/8/2025).
TRIBUNBENGKULU.COM - Peluncuran buku "Jokowi White Papers" yang dijadwalkan berlangsung di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta mendadak batal tanpa penjelasan resmi.
Mantan Menpora Roy Suryo bersama dr. Tifa dan Rismon Hasibuan mengklaim ada upaya sabotase terhadap acara tersebut.
Menurut kuasa hukum Roy Suryo Cs, Ahmad Khozinudin, acara itu awalnya telah dijadwalkan dan dibooking sejak Minggu (17/8/2025).
Tempat pelaksanaan di Ruang Nusantara UC UGM telah dibayar Rp1 juta dan dikonfirmasi untuk digunakan pukul 14.00 hingga 17.00 WIB keesokan harinya.
"Namun, pada Minggu malam, pihak UC UGM memberi informasi bahwa mereka didatangi petugas keamanan internal UGM (UP4 atau PAMDAL) dan personel dari Polsek Bulaksumur," ujar Khozinudin ditemui di Mapolda Metro Jaya, Kabayoran Baru, Jakarta Selatan pada Selasa (19/8/2025).
Pihak UC UGM lalu menginformasikan pembatalan sepihak melalui pesan WhatsApp (WA) dan menawarkan pengembalian dana.
"Senin, 18 Agustus 2025, pihak UC UGM mengirim WA untuk membatalkan booking dan mau mengembalikan uang booking," tuturnya.
Pihaknya, ucap Khozinudin, sempat mengalihkan lokasi ke sebuah kafe di Jalan Cik Di Tiro.
Namun karena sejumlah peserta telah lebih dahulu hadir di UC UGM, pihaknya menggelar rapat sekaligus salat dan makan siang di Coffee Shop UC UGM.
Baca juga: Tanggapan Jokowi Soal Buku Roy Suryo Jokowi White Paper yang Diterbitkan, Memanas: Isinya Fitnah
Karena banyak jurnalis sudah hadir, acara peluncuran kemudian dimulai secara informal di Coffee Shop UC UGM sekira pukul 14.00 WIB.
Beberapa tokoh nasional hadir, antara lain Said Didu, Jenderal (Purn) Tyasno Sudarto, Refly Harun, Dr. Muhammad Taufik, dan Agus FDI.
Namun, gangguan kembali terjadi saat acara sedang berlangsung.
Tepat setelah menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Himne Gadjah Mada serta menjelang doa, lampu dan pendingin ruangan (AC) di area acara mendadak padam, sementara fasilitas lain di gedung tetap berfungsi normal.
"Namun, kami terus acara sampai sekitar jam 16.00 WIB. Para tokoh yang hadir mereka semua adalah saksi peristiwa mati listrik, AC, dan sebagainya," kata Khozinudin.
Menurut dia, ini bukan mati listrik biasa, melainkan tindakan brutal.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bengkulu/foto/bank/originals/Roy-Suryo-Cs-memamerkan-buku-Jokowi-White-Paper.jpg)