Senin, 8 Juni 2026

Berita Viral

Kronologi Kepala Bayi Terpisah di Tapanuli Tengah saat Persalinan Diduga Ada Malapraktik

Baru-baru ini ada kejadian kepala bayi terpisah saat persalinan di Puskesmas Pinangsori Kabupaten Tapanuli Tengah Sumatera Utara.

Tayang:
Editor: Yuni Astuti
Facebook @Uwiie Poetry Sagita
BAYI TEWAS SAAT PERSALINAN - Foto postingan keluarga bayi yang tewas saat persalinan, Begini kronologi kepala bayi terpisah saat persalinan di Tapanuli Tengah, Kamis (21/8/2025). 

 TRIBUNBENGKULU.COM - Baru-baru ini ada kejadian kepala bayi terpisah saat persalinan di Puskesmas Pinangsori Kabupaten Tapanuli Tengah Sumatera Utara.

Hal ini terjadi diduga adanya malpraktik yang dilakukan terhadap seorang warga yang hendak melahirkan.

Kasus ini pertama kali diunggah akun Facebook @Uwiie Poetrysagita yang memperlihatkan beberapa video bayi yang sudah tak bernyawa.

Kepala Bidang Pelayanan Kesiapan Dinkes Kabupaten Tapanuli Tengah Lisna Panjaitan menceritakan kronologi  dugaan malapraktik kepala bayi yang putus dalam perut ibunya saat proses persalinan. 

Menurut Lisna, kejadian bermula pada  hari Senin (18/8/2025). Dimana seorang warga tersebut mendatangi Puskesmas Pinangsori untuk melakukan persalinan. 

Lisna  mengatakan, pada saat proses persalinan, pihak bidan di Puskesmas tersebut melakukan pengecekan detak jantung terhadap bayi. Namun sayangnya bayi tersebut sudah tidak bernyawa.  

"Jadi inilah kronologis yang sebenernya. Pasien datang ke Puskesmas Pinangsori pada Senin (18/8/2025) pukul 06.15 WIB   dengan keluhan melahirkan," jelasnya kepada Tribun Medan. 

Pada saat proses pemeriksaan terhadap ibu dan calon bayi, kata Lisna tekanan darah sang ibu cukup tinggi. 

"Kemudian sampai di sana, tugas kami melaksanakan pemeriksaan tekanan darah. Ternyata ibu alami  darah tinggi 160/80 mm hg.  Kemudian setelah dicek itu petugas kami berikan obat tensi diharapkan turun tensinya kan," ucapnya. 

Pada saat memastikan denyut jantung janin, Bidan awalnya tak percaya kalau janin sudah tiada. Akhirnya dilakukan pemeriksaan detak jantung sebanyak 4 kali.

"Petugas kami melakukan pemeriksaan kehamilan ternyata di situ dilakukan pemeriksaan denyut jantung janin sampai 4 kali bidan kami lakukan itu namun denyutnya sudah tidak terdengar lagi begitu.  Artinya bayi sudah meninggal di kandungan," tuturnya.

Keterangan tersebut kata Lisna  ia dapat dari petugas Puskesmas Pinangsori yang berjaga pada hari itu.

 "ini saya lakukan penyelidikan kepada petugas saya kepala puskesmas dokter bertugas bidan bertugas kami apa namanya cerita yang sejujurnya. Jadi info ini saya dapatkan berdasarkan audit dan investigasi," ucapnya. 

Mengetahui  janin sudah tidak bernyawa,   petugas Puskesmas Pinangsori  mengarahkan pasien untuk rujuk.

Baca juga: Aksi Dramatis Penyelamatan Bayi 2 Bulan dari Kebakaran KM Barcelona VA, Terombang-ambing di Lautan

Namun,  pada saat itu, Pihak Puskesmas tidak memberitahu ke pasien maupun keluarga pasien terkait janin tersebut sudah tidak bernyawa.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved