Jumat, 5 Juni 2026

Berita Bengkulu

Transaksi Efek di Bengkulu Tembus Rp382,9 Miliar, Didominasi Investor Muda

BEI mencatat nilai transaksi perdagangan efek di Provinsi Bengkulu hingga Juni 2025 mencapai Rp382,9 miliar.

Tayang:
Penulis: Jiafni Rismawarni | Editor: Ricky Jenihansen
Jiafni Rismawarni/TribunBengkulu.com
KEPALA BEI - Kepala Kantor Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Bengkulu, Marina Rasyada, Kamis (21/8/2025). BEI mencatat nilai transaksi perdagangan efek di Provinsi Bengkulu hingga Juni 2025 mencapai Rp382,9 miliar. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Jiafni Rismawarni 

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat nilai transaksi perdagangan efek di Provinsi Bengkulu hingga Juni 2025 mencapai Rp382,9 miliar. Angka ini melonjak lebih dari dua kali lipat dibandingkan periode yang sama pada tahun 2024 yang hanya sekitar Rp156 miliar.

Kepala Kantor BEI Perwakilan Bengkulu, Marina Rasyada, mengatakan peningkatan transaksi ini sejalan dengan bertambahnya jumlah investor pasar modal di Bengkulu. Hingga pertengahan 2025, jumlah Single Investor Identification (SID) tercatat mencapai 76.366 orang.

"Nilai transaksi paling banyak berasal dari Kota Bengkulu dan Kabupaten Bengkulu Utara. Produk yang paling diminati investor adalah saham, reksadana, dan obligasi," kata Marina dalam kegiatan Media Gathering 2025 di Kota Bengkulu, Kamis (21/8/2025).

Menurutnya, dominasi investor di Bengkulu berasal dari kalangan usia muda, terutama 18–25 tahun yang mayoritas adalah pelajar dan mahasiswa.

Kemudahan akses berkat digitalisasi layanan pasar modal menjadi faktor utama meningkatnya minat generasi milenial dan gen Z untuk berinvestasi.

Marina menjelaskan, Kota Bengkulu menjadi daerah dengan jumlah investor terbanyak, yakni lebih dari 29 ribu orang, disusul Kabupaten Bengkulu Utara dengan 8.887 investor.

Tren ini menunjukkan literasi keuangan di kalangan masyarakat Bengkulu semakin berkembang.

"Selain digitalisasi, pergerakan positif Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga membuat kepercayaan investor meningkat untuk menempatkan modalnya," tambahnya.

Pihaknya berharap perkembangan positif ini dapat mendorong masyarakat Bengkulu menjadikan pasar modal sebagai alternatif pengelolaan keuangan yang lebih produktif.

"Kami juga mengingatkan agar masyarakat selalu berhati-hati terhadap tawaran investasi ilegal yang menjanjikan keuntungan instan," tutup Marina.

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved