Senin, 18 Mei 2026

SMAN 5 Bengkulu Keluarkan Siswa

Update Carut Marut PPDB SMA 5 Bengkulu, 42 Siswa 'Terlantar' Dicarikan Sekolah Baru

Pelaksana harian (Plh) Kepala Dikbud Provinsi Bengkulu, Salmi, menegaskan bahwa seluruh siswa tetap akan mendapatkan hak pendidikan.

Tayang:
Penulis: Jiafni Rismawarni | Editor: M Syah Beni
Jiafni Rismawarni/TribunBengkulu.com
Pelaksana harian (Plh) Kepala Dikbud Provinsi Bengkulu, Salmi. Ia menegaskan bahwa seluruh siswa tetap akan mendapatkan sekolah. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Jiafni Rismawarni

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU – Polemik terkait 72 siswa SMA Negeri 5 Kota Bengkulu yang tidak terdaftar dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik) akhirnya mendapat respons dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Bengkulu.

Dari total 72 siswa tersebut, sebanyak 30 siswa telah memilih keluar dan mencari sekolah baru.

Sementara itu, 42 siswa lainnya tetap bertahan hingga orang tua mereka mendatangi Komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu pada Rabu (20/8/2025).

Pelaksana harian (Plh) Kepala Dikbud Provinsi Bengkulu, Salmi, memastikan seluruh siswa tetap memperoleh hak pendidikan.

Mereka yang tidak bisa melanjutkan di SMAN 5 Bengkulu akan dipindahkan ke sekolah negeri lain yang masih memiliki kuota.

“Intinya semua anak tetap harus bersekolah. Nanti siswa yang tidak bisa diterima di SMAN 5 akan didistribusikan ke sekolah lain yang masih ada kuota, seperti SMAN 9 dan SMAN 12,” jelas Salmi, Kamis (21/8/2025).

Baca juga: Curhat Orang Tua Siswa Korban Carut Marut PPDB SMAN 5 Bengkulu, Anaknya Sering Menangis hingga Sakit

Salmi menegaskan, kebijakan ini sudah sesuai aturan yang berlaku.

Namun, bagi wali murid yang tetap bersikeras agar anak mereka tetap bersekolah di SMAN 5, hal tersebut tidak bisa dipaksakan karena kuota penuh dan sistem Dapodik tidak memungkinkan.

“Kalau tetap ngotot ingin di SMAN 5 tentu tidak bisa, karena kami berpedoman pada aturan yang berlaku,” tegasnya.

Dikbud juga mengimbau agar orang tua siswa segera menyerahkan berkas ke kantor Dikbud Provinsi Bengkulu.

Hal ini bertujuan agar proses distribusi berjalan cepat sehingga siswa bisa segera mendapat sekolah pengganti dan tidak tertinggal dalam proses belajar.

Baca juga: Jalan ke Sekolah Tanah Berlumpur, Siswa dan Guru SDN 98 Seluma Bengkulu Kompak Gotong Royong

Hasil rapat konsolidasi tertutup di DPRD Provinsi Bengkulu memutuskan untuk membentuk tim khusus menangani persoalan ini. Salah satu langkahnya yaitu dengan membuka posko penyaluran siswa.

Posko ini hanya beroperasi sehari, pada Kamis (21/8/2025) pukul 08.00–16.00 WIB.

Namun, dari 42 siswa yang bertahan, baru delapan wali murid yang menyerahkan berkas.

Baca juga: Tim Khusus Baru Terima 4 Berkas Siswa SMAN 5 Kota Bengkulu yang Belum Masuk Dapodik

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved