Senin, 8 Juni 2026

Kasus Pembunuhan

Dugaan Motif Penculikan dan Pembunuhan Kacab Bank BUMN, Ini Kata Pakar

Kasus penculikan dan pembunuhan Kepala Cabang Bank BUMN, Ilham Pradipta hingga saat ini masih terus dilakukan.

Tayang:
Editor: Yuni Astuti
Kompas.com/ Karnia Septia Kusumaningrum
KASUS PEMBUNUHAN KACAB - Kolase foto Reza Indragiri (kiri) dan Ilham Pradipta (kanan). Begini dugaan motif pembunuhan Kacab Bank BUMN, Minggu (24/8/2025). 

TRIBUNBENGKULU.COM - Kasus penculikan dan pembunuhan Kepala Cabang Bank BUMN, Ilham Pradipta yang jasadnya ditemukan di semak-semak wilayah Bekasi hingga saat ini masih terus dilakukan pendalaman.

Hingga saat ini pihak kepolisian belum bisa memberikan apa motif pelaku sebenarnya yang emnculik sampai membunuh Kepala Cabang Bank BUMN, Ilham Pradipta.

Meski begitu, Pakar Psikologi Forensik, Reza Indragiri mengungkapkan analisis soal kasus penculikan dan pembunuhan Kepala Cabang Bank BUMN, Ilham Pradipta.

Menurut Reza, aksi para pelaku yang merupakan debt collector tergolong mengerikan namun tidak menunjukkan perencanaan matang. 

Ia menyoroti kondisi jasad korban yang ditutup lakban dan diikat, serta lokasi penculikan yang berada di tempat umum, sebagai indikasi bahwa kematian Ilham kemungkinan besar bukan pembunuhan berencana, melainkan penganiayaan yang berujung fatal.

Reza dikenal sebagai orang Indonesia pertama yang meraih gelar Master Psikologi Forensik, dan sering menjadi narasumber dalam kasus pidana besar yang menyita perhatian publik.

Kasus ini berawal pada saat penculikan yang dialami Ilham Pradipta di Area parkir supermarket Lotte Mart, Pasar Rebo, Jakarta Timur

Pada Rabu, 20 Agustus 2025. Ilham Pradipta, Kepala Cabang Bank BUMN di Cempaka Putih, baru selesai meeting dan hendak masuk ke mobilnya. Rekaman CCTV menunjukkan ia disergap oleh beberapa pria dari mobil putih yang terparkir di sebelah mobilnya.

Ia sempat melawan, namun kalah jumlah dan dipaksa masuk ke mobil pelaku.

Berselang satu hari kemudian, jasad ditemukan di semak-semak di Kampung Karang Sambung, Serang Baru, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. 

Jasad ditemukan oleh warga dalam kondisi mengenaskan: tangan dan kaki terikat lakban, mata tertutup lakban, tubuh penuh luka lebam. Hasil visum menunjukkan adanya luka akibat hantaman benda tumpul di dada dan leher.

Aparat Polda Metro Jaya menangkap empat pelaku. Yaitu, AT, RW, RAH (ditangkap di Johar Baru, Jakarta Pusat); RS alias Eras (ditangkap di Bandara Komodo, NTT). Mereka adalah debt collector. Mereka adalah pelaku penculikan, bukan eksekutor pembunuhan. Polisi masih memburu dalang dan eksekutor utama.

Hingga kini belum terungkap sepenuhnya motif penculikan disertai pembunuhan. Ada dugaan terkait kredit fiktif senilai Rp13 miliar yang sempat dibongkar oleh korban.

Pakar Psikologi Forensik, Reza Indragiri mengungkap analisa kasus pembunuhan Kepala Cabang Bank BUMN, Mohamad Ilham Pradipta.

Reza Indragiri menyebut aksi penculikan yang dilakukan para pelaku mengerikan.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved