Berita Bengkulu

Pemprov Bengkulu Targetkan Satu Ambulans Desa per Kecamatan, Layanan Dasar Gratis untuk Masyarakat

Pemprov Bengkulu targetkan tiap kecamatan punya satu ambulans desa, layanan gratis bagi masyarakat sekitar.

Penulis: Jiafni Rismawarni | Editor: Ricky Jenihansen
Jiafni Rismawarni/TribunBengkulu.com
AMBULANS GRATIS - Penampakan ambulans gratis Pemprov Bengkulu. Pemprov Bengkulu menargetkan realisasi program ambulans desa dapat menjangkau seluruh kecamatan. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Jiafni Rismawarni 

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu di bawah kepemimpinan Gubernur Helmi Hasan dan Wakil Gubernur Mian menargetkan program ambulans desa dapat menjangkau seluruh kecamatan.

Setiap desa nantinya akan memperoleh fasilitas ambulans standar untuk membantu masyarakat yang membutuhkan layanan transportasi kesehatan.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, Edriwan Mansyur, mengatakan program ini hadir untuk menjawab kebutuhan masyarakat terhadap layanan ambulans yang selama ini masih terbatas.

"Ambulan ini sesuai dengan peruntukannya, bantu rakyat. Mau dijadikan untuk jemput antar pasien yang sakit, atau mengantar jenazah, silakan. Biasanya kita melihat ambulans desa itu dari partisipasi masyarakat, ada yang mengadakan sendiri pakai kendaraan masing-masing. Kondisinya tentu berbeda dengan ini," kata Edriwan, Senin (25/8/2025).

Ia menjelaskan, pemerintah provinsi melihat perlunya ambulans yang terstandar agar dapat melayani masyarakat dengan lebih baik.

Targetnya, setiap kecamatan minimal memiliki satu unit ambulans desa.

Baca juga: Sama-Sama Kebijakan Gubernur Bengkulu Helmi Hasan, Apa Perbedaan Ambulans Gratis Rumah Sakit & Desa?

"Realisasinya nanti seluruh ambulans satu desa per kecamatan, paling tidak dia bisa mengambil satu desa per kecamatan. Jadi ketika ambulans ini sudah sampai ke desa, silakan mereka mengelola ambulans ini dengan baik. Jangan sampai masyarakat yang tidak mampu tidak dilayani," jelasnya.

Edriwan menambahkan, fasilitas ambulans desa diberikan gratis bagi masyarakat yang membutuhkan layanan di sekitar wilayah desa.

Namun, untuk penggunaan jarak jauh hingga ke luar kota, desa dapat mengatur mekanisme khusus. Ia juga menegaskan bahwa ambulans desa berbeda dengan ambulans rumah sakit.

Ambulans rumah sakit dilengkapi peralatan medis lengkap untuk tindakan darurat, sedangkan ambulans desa lebih difokuskan sebagai sarana transportasi kesehatan masyarakat.

"Fasilitasnya kalau jarak-jarak dekat kita gratiskan. Kalau misalnya pemanfaatan ambulans keluar kota, keluar daerah, tentu harus ada pengaturan khusus," tukasnya.

 

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved