Ambulans Gratis di Bengkulu
Sama-Sama Kebijakan Gubernur Bengkulu Helmi Hasan, Apa Perbedaan Ambulans Gratis Rumah Sakit & Desa?
Gubernur Bengkulu Helmi Hasan dan Wakil Gubernur Bengkulu Mian telah meluncurkan 130 Ambulans Gratis untuk desa, pada Sabtu, 16 Agustus 2025
Penulis: Jiafni Rismawarni | Editor: Ricky Jenihansen
Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Jiafni Rismawarni
TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Gubernur Bengkulu Helmi Hasan bersama Wakil Gubernur Bengkulu Mian meluncurkan 130 unit Ambulans Gratis untuk desa pada Sabtu, 16 Agustus 2025.
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu juga telah menyediakan layanan ambulans gratis di rumah sakit, yakni RSUD M Yunus (RSMY) dan Rumah Sakit Khusus Jiwa (RSKJ) Soeprapto Bengkulu.
Program Ambulans Bantu Rakyat yang diluncurkan Pemprov Bengkulu ini menimbulkan pertanyaan masyarakat mengenai perbedaan antara ambulans desa dan ambulans rumah sakit.
Terkait hal ini, Plt Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, Edriwan Mansyur, menjelaskan bahwa keduanya memiliki fungsi serta pengelolaan yang berbeda.
"Ambulans desa ini yang mengelolanya desa dan masyarakat, sedangkan ambulans rumah sakit dikelola oleh fasilitas kesehatan. Jadi jangan disamakan," kata Edriwan.
Ia menjelaskan, ambulans rumah sakit berfungsi sebagai ambulans medis dengan fasilitas lebih lengkap.
Ambulans ini dilengkapi tenaga kesehatan dan peralatan medis standar, sehingga penggunaannya lebih banyak untuk penanganan darurat, rujukan pasien, maupun kebutuhan gawat darurat lainnya.
Sementara itu, ambulans desa lebih ditujukan untuk kebutuhan dasar masyarakat.
Baca juga: RSMY Sediakan 5 Ambulans Gratis Antar Pasien dan Jenazah ke Seluruh Kabupaten/Kota di Bengkulu
Fungsinya sebagai transportasi kesehatan, baik untuk mengantar pasien sakit, ibu hamil, maupun jenazah. Ambulans desa ditempatkan langsung di wilayah desa agar mudah diakses warga.
"Ambulans rumah sakit dilengkapi dengan tenaga medis dan peralatan kesehatan yang lebih lengkap, sedangkan ambulans desa lebih sederhana. Tempatnya di desa, dikelola masyarakat, dan bisa digunakan sesuai kebutuhan warga," jelas Edriwan.
Selain fasilitas, mekanisme penggunaan keduanya juga berbeda.
Ambulans rumah sakit sepenuhnya terintegrasi dengan pelayanan kesehatan dan biasanya diprioritaskan untuk pasien yang membutuhkan penanganan medis intensif.
Sementara itu, ambulans desa dapat digunakan secara fleksibel oleh warga dengan ketentuan tertentu.
Untuk pemakaian di wilayah desa atau jarak dekat, fasilitas ini diberikan gratis. Namun, jika digunakan untuk perjalanan jauh, misalnya keluar kota atau antar daerah, maka ada pengaturan biaya khusus yang ditetapkan bersama pemerintah desa.
Dengan adanya dua jenis ambulans ini, pemerintah berharap layanan kesehatan semakin merata.
"Ambulans rumah sakit berperan sebagai sarana medis profesional, sementara ambulans desa hadir sebagai solusi cepat dan terjangkau bagi masyarakat di pelosok Bengkulu," tutup Edriwan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bengkulu/foto/bank/originals/Plt-Kadis-dinkes-Provinsi-edri.jpg)