Kecelakaan Maut di Kepahiang

Pengakuan Suami Riyansi Ibu Muda Korban Kecelakaan Maut di Kepahiang Akui Ada Itikad BaikPelaku

Suami korban kecelakaan di jalur dua Merigi Kepahiang, Arip Supardi menyebutkan ada itikad baik dari keluarga pelaku terhadap keluarganya.

Penulis: Romi Juniandra | Editor: Hendrik Budiman
Romi Juniandra/TribunBengkulu.com
KECELAKAAN DI KEPAHIANG - Suami korban kecelakaan di jalur dua Merigi, Kepahiang, Provinsi Bengkulu pada Minggu (24/8/2025) sore. Dia mengatakan ada itikad baik dari keluarga pelaku. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Romi Juniandra

TRIBUNBENGKULU.COM, KEPAHIANG - Suami korban kecelakaan di jalur dua Merigi Kepahiang, Arip Supardi menyebutkan ada itikad baik dari keluarga pelaku terhadap keluarganya.

Saat kejadian, pelaku memang sempat melarikan diri, karena takut diamuk massa.

Namun, kemudian, datang keluarga pelaku ke rumahnya, yakni ayah dan ibu pelaku. Bahkan, orang tua pelaku juga hadir di hari pertama dan hari kedua kepergian istrinya.

"Kami merasa, ada itikad baik dari keluarga mereka," kata Arip kepada TribunBengkulu.com, Minggu (24/8/2025).

Baca juga: Suasana Duka di Rumah Riyansi, Ibu Muda Korban Kecelakaan Maut di Kepahiang Bengkulu

Arip sendiri mengatakan dirinya tidak melihat wajah pelaku, karena saat kejadian berfokus ke istri dan anak.

Informasi yang dia terima, pelaku sudah ditahan oleh pihak kepolisian.

"Yang penting, sudah ada itikad baik. Untuk kelanjutan, nanti kita pikirkan," ujar Arip.

Detik-Detik Kecelakaan

Suami Riyansi, korban meninggal akibat kecelakaan di jalur dua Merigi Kepahiang, Arip Supardi menceritakan detik-detik kecelakaan yang menyebabkan istrinya meninggal dunia.

Menurut Arip, pada hari kejadian, Kamis (22/8/2025) sore, dirinya bersama sang istri, dan anak mereka yang masih berusia 7 bulan berencana untuk pergi ke tukang urut, dan berboncengan bertiga menggunakan sepeda motor.

Arip di depan mengendarai sepeda motor, dan sang isteri menggendong sang anak di belakang.

Di depan gudang Bulog, Arip melihat ada pengendara sepeda motor lain di depannya, seperti ingin belok kiri, masuk ke arah kantor polisi Merigi.

Pengendara ini tampak ragu-ragu, dan kemudian seperti batal untuk belok kiri.

"Saya kira dia tidak jadi belok. Dia sudah melihat ke belakang, saya kira melihat kalau ada motor lain. Sudah dekat, dia tidak jadi masuk, saya gas lagi motor, tiba-tiba dia masuk menyeberang, sehingga terserempet," kata Arip kepada TribunBengkulu.com, Minggu (24/8/2025).

Mereka kemudian terjatuh. Arip berusaha bangkit, dan melihat keadaan sang istri dan anaknya.

Warga yang melihat kejadian juga membantu mengangkat istri dan anaknya. Sang istri kemudian langsung dibawa ke rumah sakit, namun kemudian dinyatakan meninggal dunia.

"Sempat diberi oksigen, dibantu pernapasan dan jantung, tapi tidak tertolong," ujar dia.

Arip Supardi sendiri juga masih di tahap perawatan. Kaki kanannya terkilir dan ada tulang yang bergeser. 

Di bagian wajah, tampak masih ada luka lecet, akibat kecelakaan ini.

Atas peristiwa ini, Arip mengatakan dirinya berusaha ikhlas. Kepergian sang istri, kata Arip, harus diterima, sebagai jalan yang telah ditetapkan Allah SWT.

"Mungkin ini sudah jalannya, suratan," kata Arip.

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved