Berita Bengkulu
Ekonomi Bengkulu Menguat, DJPb Soroti Lonjakan Belanja Modal hingga 245 Persen
Ekonomi Bengkulu awal 2026 tumbuh positif, didorong kenaikan pendapatan negara dan belanja pemerintah yang signifikan.
Penulis: Muhammad Panji Destama Nurhadi | Editor: Hendrik Budiman
Ringkasan Berita:
- Peran Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebagai penopang utama dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah.
- Realisasi Pendapatan Negara mencapai Rp409,5 miliar atau tumbuh 24,18 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
- Digitalisasi pajak dan layanan publik juga menjadi perhatian, melalui penerapan sistem non-tunai, e-retribusi, hingga penggunaan tapping box untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) secara transparan.
Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama
TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Perekonomian Provinsi Bengkulu menunjukkan tren yang menggembirakan pada awal tahun 2026.
Hal ini disampaikan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Bengkulu, M. Irfan Surya Wardana, dalam Sarasehan Perekonomian dan Diseminasi Kajian Fiskal Regional (KFR), Kamis (9/4/2026) kemarin.
Dalam pemaparannya, Irfan menegaskan peran Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebagai penopang utama dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah.
Menurutnya, melalui berbagai kebijakan seperti subsidi, bantuan sosial, hingga stimulus ekonomi, APBN hadir sebagai “Shock Absorber” untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus meredam gejolak ekonomi.
“Belanja APBN dan APBD memberikan kontribusi signifikan dalam menjaga stabilitas perekonomian serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bengkulu,” ungkap Irfan dalam rilis Kanwil DJPb Bengkulu, Jumat (10/4/2026).
Kinerja keuangan negara di Bengkulu pada awal tahun ini tercatat mengalami peningkatan yang cukup signifikan.
Hingga 28 Februari 2026, realisasi Pendapatan Negara mencapai Rp409,5 miliar atau tumbuh 24,18 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Baca juga: Willy Aditya Buka Suara Kasus Refpin Babysitter di Bengkulu, Tuding Dugaan Pelanggaran HAM
Sementara itu, Belanja Negara juga meningkat tajam dengan realisasi mencapai Rp2,35 triliun atau naik 25,33 persen.
Kenaikan paling mencolok terjadi pada Belanja Modal yang melonjak hingga 245,56 persen, seiring percepatan pembangunan infrastruktur seperti jalan dan jembatan.
Tak hanya itu, penyaluran Tunjangan Hari Raya (THR) juga telah terealisasi sebesar Rp156,38 miliar kepada 42.646 penerima hingga 31 Maret 2026.
Penyaluran ini dinilai turut mendorong aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya di sektor riil.
Di sisi lain, Transfer ke Daerah (TKD) telah disalurkan sebesar Rp1,9 triliun.
Dana tersebut digunakan untuk mendukung layanan publik, termasuk penyaluran dana BOS kepada 359.435 siswa serta operasional 118 puskesmas melalui BOK.
Program sosial lainnya seperti Makan Bergizi Gratis juga terus berjalan dengan menjangkau lebih dari 214 ribu penerima manfaat di Bengkulu.
berita bengkulu terbaru
Berita Bengkulu
berita bengkulu hari ini
berita bengkulu terupdate
Kanwil DJPb Provinsi Bengkulu
Kanwil DjPb Bengkulu
| Nelayan Malabero Bengkulu Keluhkan Penyitaan Solar, Sebut Dipakai Khusus Melaut |
|
|---|
| Santri Pondok Tahfidz Al-Quraniyah Bengkulu Selatan Jadi Hafidz 30 Juz |
|
|---|
| BKN Buka Suara soal Heboh Jawaban Berubah saat Tes CAT Koperasi Merah Putih |
|
|---|
| Peserta Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih Keluhkan Jawaban CAT Berubah Sendiri |
|
|---|
| Pemprov Bengkulu Pastikan POPDA 2026 Tetap Berjalan di Tengah Efisiensi Anggaran |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bengkulu/foto/bank/originals/Ekonomi-Bengkulu-Menguat.jpg)