Minggu, 3 Mei 2026

Berita Bengkulu

TPP ASN Pemprov Bengkulu Maret Cair Rp9,3 Miliar, April Menyusul Mei 2026

TPP ASN Pemprov Bengkulu bulan Maret 2026 dipastikan cair seluruhnya. Total anggaran yang disalurkan Rp9,3 miliar.

Tayang:
Panji Destama/TribunBengkulu.com/Muhammad Panji Destama Nurhadi
KEPALA DINAS - Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Provinsi Bengkulu, Tommy Irawan, saat diwawancarai oleh wartawan di ruangannya, di Komplek perkantoran Gubernur Bengkulu, Rabu (29/4/2026). TPP ASN Pemprov Bengkulu bulan Maret 2026 dipastikan cair seluruhnya. Total anggaran yang disalurkan Rp9,3 miliar. 
Ringkasan Berita:
  • TPP ASN Pemprov Bengkulu untuk Maret 2026 telah selesai disalurkan seluruhnya.
  • Totalnya kurang lebih Rp9,3 miliar
  • Pencairan TPP ASN untuk bulan April saat ini masih dalam tahap penghitungan dan dijadwalkan dibayarkan pada Mei 2026.
  • Keterlambatan pencairan bukan disebabkan persoalan anggaran daerah, melainkan karena proses administrasi dan verifikasi data di masing-masing OPD yang belum rampung.
  • BKAD Provinsi Bengkulu kini menyiapkan pola pencairan baru melalui mekanisme bertahap.

 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Pemerintah Provinsi Bengkulu memastikan pencairan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) aparatur sipil negara (ASN) untuk bulan Maret 2026 telah selesai disalurkan seluruhnya.

Total anggaran yang dikucurkan untuk pembayaran TPP tersebut mencapai sekitar Rp9,3 miliar dan telah diterima seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Bengkulu.

Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Provinsi Bengkulu Tommy Irawan mengatakan, tidak ada lagi OPD yang mengalami penundaan pencairan TPP, baik bagi pegawai negeri sipil (PNS) maupun PPPK penuh waktu.

“Untuk TPP bulan Maret sudah selesai semua. Tidak ada lagi OPD yang belum dicairkan. Totalnya kurang lebih Rp9,3 miliar,” ungkap Tommy saat diwawancarai, Rabu (29/4/2026).

Ia menjelaskan, keterlambatan pencairan yang sempat terjadi sebelumnya bukan disebabkan persoalan anggaran daerah, melainkan karena proses administrasi dan verifikasi data di masing-masing OPD yang belum rampung.

Menurutnya, beberapa instansi membutuhkan waktu lebih lama dalam proses penghitungan TPP, terutama OPD yang memiliki unit pelaksana teknis daerah (UPTD) dengan jumlah pegawai cukup besar.

Baca juga: Kunker ke Bengkulu, Menko Zulhas Akan Serap Aspirasi Petani

Salah satunya terjadi pada sektor kesehatan, khususnya rumah sakit daerah yang menerapkan pola kerja berbeda dibanding OPD lain.

“Rumah sakit itu pola kerjanya berbeda, enam hari kerja dengan jam tertentu. Jadi memang perlu penghitungan khusus sehingga kemarin sempat terlambat,” jelasnya.

Untuk mengantisipasi keterlambatan serupa, BKAD Provinsi Bengkulu kini menyiapkan pola pencairan baru melalui mekanisme bertahap.

Dengan sistem tersebut, OPD yang telah menyelesaikan administrasi dapat langsung menerima pencairan TPP tanpa harus menunggu unit lain yang masih melakukan verifikasi.

“Kalau dinasnya sudah selesai, kita cairkan dulu. UPTD bisa menyusul. Jadi tidak saling menunggu dan tidak menghambat semuanya,” ujarnya.

Sementara itu, pencairan TPP ASN untuk bulan April saat ini masih dalam tahap penghitungan dan dijadwalkan dibayarkan pada Mei 2026.

Nilai anggaran yang disiapkan diperkirakan tidak jauh berbeda dibanding pencairan bulan sebelumnya.

Pemprov Bengkulu berharap skema baru tersebut dapat membuat penyaluran TPP lebih cepat dan tepat waktu sehingga tidak lagi terkendala persoalan teknis administrasi di lapangan.

Sumber: Tribun Bengkulu
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved