Rabu, 6 Mei 2026

Berita Bengkulu

Program Jebol-Atasi Kendala Perekaman KTP Jadi Fokus Kastilon di Dukcapil Bengkulu Selatan

Kastilon Sirad resmi menjabat sebagai Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Bengkulu Selatan

Tayang:
Penulis: Nur Rahma Sagita | Editor: Hendrik Budiman
NurRahmaSagita/TribunBengkulu.com/Nur Rahma Sagita
KASTILON SIRAD - Kepala Dukcapil Bengkulu Selatan Kastilon Sirad saat diwawancarai TribunBengkulu.com, Rabu (29/4/2026). Kastilon menegaskan siap lakukan program jebol meski terdapat kendala alat perekaman yang rusak. 

Ringkasan Berita:
  • Program ini bertujuan untuk memudahkan masyarakat dalam melakukan perekaman KTP serta pengurusan administrasi kependudukan lainnya.
  • Saat ini pelaksanaan program Jebol masih terkendala sarana prasarana, khususnya alat perekaman KTP yang terbatas.
  • Dari dua alat yang dimiliki, hanya satu yang dapat difungsikan, sementara satu lainnya dalam kondisi rusak.

 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Nur Rahma Sagita

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU SELATAN - Kastilon Sirad resmi menjabat sebagai Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Bengkulu Selatan setelah dilantik pada 16 April 2026 lalu.

Pelantikan tersebut dilakukan langsung oleh Bupati Bengkulu Selatan, Rifai Tajuddin, di ruang kerjanya.

Dengan telah dilantiknya Kastilon, ia menegaskan kesiapan untuk menjalankan seluruh program yang ada, terutama dalam bidang pelayanan kepada masyarakat, mengingat Dukcapil merupakan instansi yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan administrasi warga.

Salah satu program yang akan dijalankan yakni Jemput Bola (Jebol) yang direncanakan menyasar seluruh 11 kecamatan di Kabupaten Bengkulu Selatan.

Program ini bertujuan untuk memudahkan masyarakat dalam melakukan perekaman KTP serta pengurusan administrasi kependudukan lainnya.

“Program Jebol sudah kita laporkan kepada pimpinan dan akan kita laksanakan meski terdapat kendala,” ujar Kastilon saat diwawancarai TribunBengkulu.com, Rabu (29/4/2026).

Kendala Perekaman Pada KTP

Kastilon menjelaskan, saat ini pelaksanaan program Jebol masih terkendala sarana prasarana, khususnya alat perekaman KTP yang terbatas.

Dari dua alat yang dimiliki, hanya satu yang dapat difungsikan, sementara satu lainnya dalam kondisi rusak.

“Sehingga apabila kita jalankan jemput bola saat ini, kendalanya adalah tidak bisa maksimal dalam melakukan perekaman di lapangan,” ungkapnya.

Baca juga: Dikbud dan Kejari Bengkulu Selatan Gencarkan Kampanye Anti Korupsi di Sekolah

Ia berharap pada perubahan anggaran mendatang, alat perekaman yang rusak dapat segera diperbaiki atau dilakukan pengadaan unit baru.

“Program Jebol ini merupakan salah satu upaya untuk mendukung target yang ditetapkan pemerintah pusat melalui Dirjen Kependudukan Kemendagri. Tetap kita laksanakan meskipun ada kendala alat perekaman,” jelas Kastilon.

Jalan Keluar Saat Ini

Sebagai solusi sementara, Kastilon mengimbau masyarakat di 11 kecamatan yang ingin melakukan perekaman KTP dan pengurusan administrasi lainnya untuk datang langsung ke Kantor Dukcapil Bengkulu Selatan.

Sumber: Tribun Bengkulu
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved