Jumat, 8 Mei 2026

Berita Bengkulu

Sempat Ricuh, Aksi Nelayan Malabero Berujung Reda Usai Dimediasi Polisi

Aksi warga Malabero dipicu penindakan BBM nelayan. Polisi memastikan situasi kini kondusif dan arus lalu lintas normal.

Tayang:
Panji Destama/TribunBengkulu.com/Muhammad Panji Destama Nurhadi
AKSI NELAYAN - Jalan Pariwisata Kelurahan Malabero, Kota Bengkulu dibuka setelah ditutup warga, Jumat (8/5/2026). Aksi warga Malabero dipicu penindakan BBM nelayan. Polisi memastikan situasi kini kondusif dan arus lalu lintas normal. 

Ringkasan Berita:
  • Nelayan Malabero, Bengkulu, sempat menggelar aksi protes penyitaan BBM solar
  • Aksi dilakukan dengan menutup jalan dan membakar ban di Jalan Pariwisata Malabero
  • Protes dipicu kesalahpahaman terkait penertiban BBM oleh aparat kepolisian
  • Polisi melakukan mediasi langsung di lokasi hingga situasi kembali kondusif
  • Dua warga yang sempat diamankan telah dipulangkan dan aktivitas kembali normal

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Aksi solidaritas nelayan tradisional di kawasan Malabero, Kota Bengkulu, menyusul adanya penindakan terhadap BBM milik nelayan oleh aparat kepolisian.

Sebelumnya, pada Jumat 8 Mei 2026 pagi Nelayan Tradisional Malabero Bengkulu, menggelar aksi menutup jalan pariwisata kelurahan Malabero dan membakar ban.

Kapolsek Teluk Segara, AKP Noprizal, mengatakan aksi tersebut muncul akibat adanya kesalahpahaman di tengah masyarakat terkait penindakan yang dilakukan.

“Berkaitan dengan aksi warga yang dilakukan di wilayah Malabero ini, dipicu adanya penindakan terkait minyak nelayan yang ditertibkan oleh Polda. Karena adanya kesalahpahaman, warga kemudian menggelar aksi solidaritas secara mendadak,” kata AKP Noprizal saat ditanya wartawan, Jumat (8/5/2026).

Ia menjelaskan, pihak kepolisian langsung melakukan mediasi dengan warga sehingga situasi dapat segera dikendalikan.

“Alhamdulillah tadi sekitar pukul 10.00 WIB sudah dilakukan mediasi, sehingga warga membuka kembali arus lalu lintas dan situasi kembali normal,” ujarnya.

Terkait dua warga yang sempat diamankan dalam peristiwa tersebut, Noprizal memastikan keduanya tidak ditahan dan telah dipulangkan ke rumah masing-masing.

“Untuk dua orang itu tidak dilakukan penahanan karena hanya diamankan. Saat ini mereka sudah kembali ke rumah,” jelasnya.

Namun demikian, mengenai proses hukum dan penindakan BBM nelayan, ia menegaskan hal tersebut menjadi kewenangan pihak kepolisian daerah untuk memberikan penjelasan lebih lanjut.

“Untuk masalah BBM nanti pihak Polda yang lebih berwenang menjelaskan,” katanya.

Saat ditanya mengenai kondisi terkini di wilayah Malabero, Noprizal memastikan situasi sudah aman dan kondusif.

“Untuk saat ini Alhamdulillah kondusif, sudah stabil, aman terkendali, dan warga sudah kembali beraktivitas seperti biasa,” tutupnya.

Solar Disita

Sejumlah nelayan tradisional di kawasan Malabero, Kota Bengkulu, menggelar aksi protes terkait penyitaan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar oleh aparat kepolisian.

Sumber: Tribun Bengkulu
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved