Minggu, 7 Juni 2026

Berita Bengkulu

Puluhan Wali Murid Padati Dikbud Bengkulu, DPRD Minta Pendaftaran SPMB Diperpanjang

Puluhan wali murid memadati Dikbud Bengkulu akibat kendala SPMB online, DPRD minta pendaftaran diperpanjang.

Tayang:
TribunBengkulu.com/Muhammad Panji Destama Nurhadi
DPRD BENGKULU - Wakil Ketua I DPRD Provinsi Bengkulu, Teuku Zulkarnai saat diwawancarai TribunBengkulu.com, di Panti Sosial Sasana Tresna Werdha Provinsi Bengkulu, Selasa (26/5/2026). DPRD Bengkulu meminta pendaftaran SPMB 2026 diperpanjang agar calon siswa yang terkendala sistem tetap mendapat kesempatan. 
Ringkasan Berita:
  1. DPRD Bengkulu meminta masa pendaftaran SPMB 2026 diperpanjang.
  2. Puluhan wali murid memadati Dikbud Bengkulu karena kendala sistem.
  3. DPRD menilai gangguan terjadi akibat tingginya akses pengguna.
  4. Dikbud Bengkulu memperpanjang masa pendaftaran hingga 6 Juni 2026.
  5. Dikbud menyebut kendala login banyak disebabkan dokumen tidak sesuai.

 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Wakil Ketua I DPRD Provinsi Bengkulu, Teuku Zulkarnain, meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Bengkulu untuk memperpanjang masa pendaftaran Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026.

Sebelumnya, pada Jumat 5 Juni 2026, puluhan wali murid dan calon siswa baru memadati aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu.

Para wali murid mengaku terkendala untuk masuk ke dalam sistem SPMB online ini, terutama pada jalur prestasi yang membutuhkan proses kurasi dokumen dan unggah piagam penghargaan melalui sistem.

Di lokasi terlihat, puluhan calon siswa baru dan wali murid silih berganti menghadap kepanitiaan untuk menyelesaikan proses kurasi dokumen.

Terkait hal ini, Teuku Zulkarnain meminta adanya perpanjangan waktu pendaftaran lantaran masih banyak calon peserta didik yang mengalami kendala saat mengakses sistem pendaftaran daring.

Ia mengatakan, sebelumnya DPRD Bengkulu telah menyarankan agar masa pendaftaran dibuka lebih lama, terutama untuk jalur yang mengharuskan peserta melakukan login ke sistem, seperti jalur prestasi dan afirmasi.

“Sejak awal kami sudah menyarankan agar masa pendaftaran diperpanjang. Masih banyak calon siswa yang mengalami kendala saat login ke sistem pendaftaran,” kata Teuku saat dihubungi TribunBengkulu.com di Bengkulu, Sabtu (6/6/2026).

Menurutnya, gangguan akses dapat terjadi karena tingginya jumlah pengguna yang mengakses sistem secara bersamaan.

Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan jaringan melambat hingga menghambat proses pendaftaran.

“Puluhan ribu pengguna mengakses sistem dalam waktu yang hampir bersamaan. Tentu ada kemungkinan sistem menjadi lambat atau mengalami gangguan,” ujarnya.

Karena itu, DPRD Bengkulu berharap Dikbud Provinsi Bengkulu dapat menambah waktu pendaftaran satu hingga dua hari agar seluruh calon peserta didik memperoleh kesempatan yang sama untuk mengikuti proses seleksi.

Teuku menegaskan, yang terpenting saat ini adalah memastikan seluruh calon siswa dapat menyelesaikan proses pendaftaran terlebih dahulu.

“Persoalan diterima atau tidak nantinya merupakan bagian dari proses seleksi. Namun jangan sampai mereka kehilangan kesempatan hanya karena tidak bisa mengakses sistem pendaftaran,” jelasnya.

Ia menambahkan, perpanjangan masa pendaftaran merupakan langkah yang dapat menjamin keadilan dan memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh calon peserta didik untuk berkompetisi masuk ke sekolah tujuan.

“Kalau mendaftarnya saja tidak bisa, berarti kita telah menghilangkan kesempatan mereka untuk mengikuti kompetisi masuk ke sekolah yang diinginkan,” tutupnya.

Disdikbud Lakukan Perpanjangan

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu melakukan perpanjangan masa pendaftaran.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu, Zulhendri, mengatakan masa pendaftaran yang semula berakhir pada 5 Juni 2026 kini diperpanjang selama satu hari hingga 6 Juni 2026.

Menurutnya, keputusan tersebut diambil untuk memberikan kesempatan lebih luas kepada calon peserta didik yang hingga saat ini masih mengalami hambatan saat melakukan pendaftaran maupun kurasi prestasi secara daring.

"Hanya diperpanjang satu hari sampai tanggal 6 Juni. Setelah itu proses akan dilanjutkan oleh masing-masing sekolah untuk tahapan seleksi sesuai jalurnya," ungkap Zulhendri saat diwawancarai wartawan, Jumat (5/6/2026).

Kondisi tersebut juga berdampak pada jumlah pendaftar di sejumlah sekolah favorit seperti SMAN 2 dan SMAN 5 Bengkulu yang belum mengalami lonjakan pendaftar yang signifikan.

Menurut Zulhendri, situasi tersebut terjadi karena sebagian besar calon murid masih fokus menyelesaikan administrasi dan proses pendaftaran secara daring di kantor Dikbud.

"Beberapa sekolah yang biasanya banyak diminati masih terlihat sepi pendaftar. Saat ini konsentrasi peserta masih berada di Dikbud, khususnya pada jalur prestasi. Kami berharap dengan tambahan waktu ini para calon murid dapat menyelesaikan pendaftaran ke sekolah tujuan mereka," jelas Zulhendri.

Dikbud Provinsi Bengkulu mengimbau seluruh calon murid baru yang belum menyelesaikan proses pendaftaran agar segera memanfaatkan waktu tambahan yang diberikan.

Dengan demikian, seluruh tahapan seleksi dapat berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan dan tidak ada peserta yang kehilangan kesempatan mengikuti SPMB Tahun 2026.

Penyebab Gagal Login

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu, Zulhendri, menegaskan bahwa pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026 secara umum berjalan lancar dan terkendali.

Menurut Zulhendri, hingga hari terakhir pemantauan, sistem pendaftaran daring tidak mengalami kendala berarti.

Namun, sejumlah calon peserta didik masih mengalami hambatan saat login atau verifikasi data karena dokumen yang diunggah tidak sesuai dengan ketentuan.

"Sampai tadi malam sistem masih lancar dan terkendali dengan baik. Kalau ada yang mengalami kendala login, sebagian besar karena data atau dokumen yang diunggah tidak sesuai dengan persyaratan," kata Zulhendri.

Ia menjelaskan, salah satu kendala yang sering ditemukan berasal dari jalur prestasi.

Beberapa peserta mengunggah sertifikat yang tidak terdaftar atau tidak diakui oleh Pusat Prestasi Nasional sehingga sistem secara otomatis menolak dokumen tersebut.

Selain itu, pada jalur afirmasi juga ditemukan ketidaksesuaian dokumen pendukung, seperti data kartu Program Keluarga Harapan (PKH) dan dokumen lainnya yang tidak memenuhi syarat verifikasi.

"Kalau dokumennya tidak sesuai, sistem tentu akan menolak. Karena itu kami sejak awal sudah mengingatkan masyarakat untuk mengisi data sesuai dokumen yang dimiliki," ujar Zulhendri.

Zulhendri juga membantah adanya dugaan permainan atau intervensi dalam proses penerimaan siswa baru.

Menurutnya, seluruh tahapan telah berjalan sesuai aturan dan diawasi secara ketat.

Ia mengaku sempat kecewa dengan sejumlah pemberitaan yang menyebut banyaknya masalah dalam sistem tanpa terlebih dahulu melakukan konfirmasi kepada pihak penyelenggara.

"Kami sudah berupaya memberikan pelayanan terbaik dan melakukan sosialisasi sejak awal. Tidak ada permainan dalam proses ini. Semua berjalan sesuai mekanisme yang berlaku," tegas Zulhendri.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu juga mengingatkan seluruh panitia di sekolah agar tetap waspada terhadap kemungkinan adanya pihak ketiga yang mencoba memanfaatkan proses penerimaan siswa baru.

Zulhendri memastikan hingga saat ini belum ditemukan indikasi praktik percaloan maupun intervensi dalam pelaksanaan SPMB 2026.

"Kami terus mengingatkan seluruh panitia agar berhati-hati dan menjaga integritas pelaksanaan SPMB sampai seluruh tahapan selesai," tutup Zulhendri.

Sumber: Tribun Bengkulu
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved