Kamis, 11 Juni 2026

Peringatan Dini BMKG

Waspada Gelombang Tinggi 3,2 Meter di Perairan Bengkulu 9 Juni 2026, Aktivitas Pelayaran Berisiko

Masyarakat pesisir dan pelaku aktivitas laut di Bengkulu diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gelombang tinggi.

Tayang:
Suryadi Jaya/TribunBengkulu.com
CUACA BURUK - Pantai di Kecamatan Pondok Kelapa, Bengkulu Tengah Jumat (8/8/2025). Masyarakat pesisir dan pelaku aktivitas laut di Bengkulu diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gelombang tinggi. 

Ringkasan Berita:
  1. Gelombang di perairan Bengkulu mencapai 3,2 meter.
  2. Cuaca Bengkulu terpantau mendung berawan.
  3. Angin bertiup dari timur dengan kecepatan 9 knot.
  4. BMKG menyebut gelombang dipicu pola angin kuat.
  5. BMKG mengingatkan risiko terhadap keselamatan pelayaran.

 

TRIBUNBENGKULU.COM - Masyarakat pesisir dan pelaku aktivitas laut di Bengkulu diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gelombang tinggi di perairan Bengkulu pada Selasa (9/6/2026).

Berdasarkan prakiraan cuaca dan kondisi maritim, tinggi gelombang di perairan Bengkulu mencapai 3,2 meter pada pukul 10.00 WIB dan masuk kategori tinggi.

Kondisi cuaca di Bengkulu pada pagi hari terpantau mendung berawan dengan suhu sekitar 27 derajat Celsius dan kelembapan udara mencapai 81 persen.

Selain itu, angin bertiup dari arah timur dengan kecepatan sekitar 9 knot, sementara arus laut bergerak ke arah barat daya dengan kecepatan 1,2 knot.

Gelombang tinggi tersebut diperkirakan terjadi sejak pagi hingga sore hari sebelum berangsur menurun pada malam hari menjadi sekitar 2,2 hingga 2,3 meter atau kategori sedang.

Pelaksana Tugas Direktur Meteorologi Maritim BMKG, Agie Wandala Putra, mengatakan kondisi tersebut perlu diwaspadai karena berpotensi mengganggu aktivitas di laut.

"Kecepatan angin tertinggi terpantau di Selat Malaka bagian utara, Samudra Hindia selatan Banten hingga Jawa Timur, Selat Makassar bagian selatan, dan Laut Banda," kata Agie, dikutip dari Kompas, Rabu (3/6/2026).

Menurut BMKG, peningkatan tinggi gelombang dipicu pola angin yang bergerak cukup kuat di wilayah Indonesia bagian selatan.

Angin tersebut bertiup secara konstan dari arah timur hingga tenggara dengan kecepatan berkisar antara 6 hingga 25 knot.

Kondisi angin yang relatif stabil namun cukup kencang memicu terbentuknya gelombang tinggi di sejumlah perairan terbuka, terutama kawasan Samudra Hindia yang berbatasan langsung dengan wilayah selatan Indonesia.

Selain itu, dinamika atmosfer yang mendukung turut memperkuat intensitas gelombang di beberapa titik perairan.

BMKG mengingatkan gelombang tinggi dapat berisiko terhadap keselamatan pelayaran, terutama bagi kapal nelayan, kapal penumpang, hingga kapal logistik.

"Potensi gelombang tinggi di beberapa wilayah tersebut dapat berisiko terhadap keselamatan pelayaran," ujar Agie.

Tak hanya itu, gelombang tinggi juga berpotensi memicu abrasi pantai dan membahayakan aktivitas wisata bahari seperti berenang maupun berselancar.

BMKG meminta masyarakat dan seluruh pihak terkait meningkatkan kewaspadaan serta melakukan langkah mitigasi untuk mengurangi risiko yang mungkin terjadi.

Gabung grup Facebook TribunBengkulu.com untuk informasi terkini

 

Sumber: Tribun Bengkulu
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved