Jumat, 12 Juni 2026

Harga BBM Nonsubsidi Naik

Harga BBM Pertamax Naik, Gubernur Bengkulu Helmi Hasan Pangkas Operasional dan Perjalanan Dinas

Pemprov Bengkulu melakukan efisiensi operasional dan perjalanan dinas menyusul kenaikan harga BBM non-subsidi.

Tayang:
TribunBengkulu.com/Muhammad Panji Destama Nurhadi
GUBERNUR BENGKULU - Gubernur Bengkulu Helmi Hasan, Kamis (11/5/2026). Pemprov Bengkulu melakukan efisiensi operasional dan perjalanan dinas menyusul kenaikan harga BBM non-subsidi. 
Ringkasan Berita:
  1. Harga Pertamax, Pertamax Turbo, dan Pertamina Dex mengalami kenaikan pada 10 Juni 2026.
  2. Helmi Hasan menyebut kenaikan BBM merupakan kebijakan yang telah melalui kajian.
  3. Pemprov Bengkulu melakukan efisiensi operasional kendaraan dan perjalanan dinas.
  4. Pasokan BBM di Bengkulu dipastikan masih aman dan terus dipantau.
  5. Antrean pengisian Pertamax di salah satu SPBU Kota Bengkulu terpantau sepi.

 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU – Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, menanggapi terkait kenaikan bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi di Bengkulu.

Sebelumnya, pada 10 Juni 2026 kemarin, BBM non-subsidi jenis Pertamax (RON 92) naik dari Rp12.600 per liter menjadi Rp16.650 per liter.

Lalu, harga Pertamax Turbo (RON 98) dari Rp20.650 per liter menjadi Rp21.200 per liter.

Untuk Pertamina Dex, dari harga Rp23.500 per liter menjadi Rp25.350 per liter.

Saat ditanya wartawan perihal kenaikan BBM non-subsidi ini, Helmi menilai kebijakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang dilakukan pemerintah telah melalui kajian yang matang dan mendalam.

Menurut Helmi, kebijakan serupa bahkan telah lebih dahulu diterapkan di sejumlah negara lain.

Ia meyakini pemerintah pusat telah mempertimbangkan berbagai aspek sebelum memutuskan penyesuaian harga BBM.

"Ya, kenaikan BBM ini merupakan kebijakan pemerintah. Tentu sudah dikaji secara matang dan mendalam. Kalau kita lihat, negara lain bahkan sudah lebih dulu menerapkannya. Kita termasuk yang terlambat, dan saya yakin pemerintah sudah melakukan kajian dengan baik," kata Helmi Hasan, usai menyerahkan lokasi pekerjaan untuk pelaksanaan penataan kawasan Danau Dendam Tak Sudah kepada Balai Penataan Bangunan, Kawasan dan Prasarana Bengkulu Kementerian PU, Kamis (11/6/2026).

Efisiensi Operasional dan Perjalanan Dinas

Menyikapi kenaikan BBM tersebut, Pemerintah Provinsi Bengkulu melakukan sejumlah langkah efisiensi anggaran.

Salah satunya dengan mengurangi belanja kendaraan dinas dan menekan biaya operasional organisasi perangkat daerah (OPD).

Menurut Helmi, efisiensi tidak hanya dilakukan pada penggunaan kendaraan dinas, tetapi juga pada perjalanan dinas para aparatur pemerintah.

"Kita kurangi semuanya. Bukan hanya pembelian kendaraan dinas, tetapi juga operasional kendaraan dinas dan perjalanan dinas. Semua kita efisiensikan," ujar Helmi.

Meski demikian, Helmi menegaskan anggaran pembangunan infrastruktur tetap menjadi prioritas pemerintah daerah.

Program pembangunan jalan dan kebutuhan masyarakat tetap akan dijalankan.

Pasokan BBM Dipastikan Aman

Terkait potensi kelangkaan BBM, Helmi memastikan hingga saat ini kondisi pasokan BBM di Bengkulu masih aman.

Pemerintah Provinsi Bengkulu terus berkoordinasi dengan Pertamina untuk memantau ketersediaan BBM di lapangan.

"Alhamdulillah, sampai hari ini tidak ada kendala. Kami terus berkoordinasi dengan Pertamina. Jika ada persoalan, segera dilaporkan dan langsung kami tindak lanjuti," tutup Helmi.

Antrean di SPBU Terpantau Sepi

Sebelumnya juga terlihat dengan kenaikan BBM non-subsidi, antrean kendaraan belum terpantau ramai.

Di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 21.381.09, Kecamatan Muara Bangkahulu, Kota Bengkulu, terlihat sepi.

Antrean pengisian di SPBU tersebut tampak sepi.

Hanya ada satu ataupun dua kendaraan yang mengisi BBM non-subsidi seperti Pertamax, pada Rabu (10/6/2026).

Meskipun adanya kenaikan harga BBM non-subsidi, antrean yang sepi ini membuat petugas SPBU kembali duduk menunggu pengendara yang hendak mengisi BBM.

Seorang pengendara bernama Habib datang dengan sepeda motor matiknya untuk mengisi BBM jenis Pertamax.

Petugas pun langsung berdiri untuk melayani pengendara tersebut, serta menyampaikan BBM jenis Pertamax mengalami kenaikan, saat ini harganya Rp16.650 per liter.

“Sekarang partamax naik di harga Rp16.650 per liter bang,” ucap petugas SPBU ke pengendara itu, Rabu (10/6/2026).

Usai mengisi BBM, Habib langsung mendorong sepeda motornya ke depan agar pengendara lain dapat mengisi BBM.

Habib mengaku cukup terkejut dengan kenaikan BBM jenis Pertamax.

Hal ini cukup memberatkan, terutama bagi mahasiswa yang mengandalkan kendaraan pribadi untuk aktivitas sehari-hari.

Menurut Habib, kondisi ekonomi mahasiswa yang umumnya masih bergantung pada kiriman orang tua membuat kenaikan harga BBM berdampak langsung terhadap pengeluaran bulanan.

"Sebagai mahasiswa tentu kami merasa keberatan. Pengeluaran untuk transportasi menjadi lebih besar dibandingkan sebelumnya," kata Habib saat ditanya TribunBengkulu.com.

Ia menilai kenaikan harga Pertamax berpotensi membuat banyak pengguna beralih ke jenis BBM yang lebih murah guna menekan biaya operasional kendaraan.

Habib mengaku sebelumnya selalu mengisi penuh tangki sepeda motor miliknya menggunakan Pertamax.

Namun, setelah harga BBM tersebut naik, ia mulai mengurangi jumlah pembelian setiap kali mengisi bahan bakar.

"Kalau sebelumnya saya biasa mengisi penuh tangki. Sekarang setelah harganya naik, saya lebih memilih mengisi sekitar Rp30 ribu saja agar pengeluaran tidak terlalu besar," paparnya.

Ia berharap pemerintah dapat mempertimbangkan dampak kenaikan harga BBM terhadap masyarakat, khususnya mahasiswa dan kelompok berpenghasilan terbatas yang sangat bergantung pada kendaraan bermotor untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

Sementara itu, antrean di bagian Pertalite untuk sepeda motor terlihat warga masih mengantre dengan layanan self service, namun antrean itu tak terlalu panjang.

Setidaknya ada 10 sepeda motor untuk bagian kiri dan kanan tempat pengisian.

Gabung grup Facebook TribunBengkulu.com untuk informasi terkini

 

Sumber: Tribun Bengkulu
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved