Rabu, 17 Juni 2026

Berita Bengkulu

Mahasiswa Klaim Peserta Aksi Terluka Saat Bentrok dengan Polisi di Simpang Lima

Mahasiswa mengklaim peserta aksi mengalami luka saat kericuhan dengan polisi dalam unjuk rasa di Simpang Lima Kota Bengkulu.

Tayang:
TribunBengkulu.com/Muhammad Panji Destama Nurhadi
AKSI DEMO - Massa saat mengambil barrier yang berada di pinggir jalan di Kawasan Simpang 5 Kota Bengkulu, Bengkulu, Senin (15/6/2026). Aliansi Bengkulu Mengingat mengklaim seorang mahasiswa mengalami luka akibat dugaan tindakan represif saat aksi di Simpang Lima. 

Ringkasan Berita:
  1. Aksi Aliansi Bengkulu Mengingat di Simpang Lima Bengkulu diwarnai ketegangan dengan polisi.
  2. Kericuhan terjadi saat massa berupaya melakukan pembakaran ban sebagai simbol protes.
  3. Mahasiswa menyampaikan lima tuntutan terkait isu nasional dan daerah.
  4. Massa mengklaim ada peserta aksi yang mengalami luka saat kericuhan.
  5. Hingga berita ditulis, belum ada keterangan resmi dari kepolisian terkait tudingan tersebut.

 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Bengkulu Mengingat menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Bundaran Fatmawati, Simpang Lima, Kota Bengkulu, Senin (15/6/2026), yang diwarnai ketegangan antara massa aksi dan aparat kepolisian.

Dalam aksi tersebut, massa menyuarakan sejumlah tuntutan terkait isu nasional dan daerah.

Namun, situasi memanas saat peserta aksi berupaya melakukan pembakaran ban sebagai bentuk simbolisasi protes.

Pembakaran ban itu sempat dicegah oleh pihak kepolisian.

Lantas, salah seorang mahasiswa membakar bajunya sebagai bentuk simbolisasi protes.

Sayangnya, aksi pembakaran itu diwarnai dorong-dorongan antara petugas kepolisian dan massa.

Tak sampai di situ, usai aksi dorong-dorongan tersebut mereda.

Salah seorang mahasiswa mencoba mengambil barrier yang ada di pinggir jalan untuk dibakar, hingga aksi kembali memanas.

Koordinator Aksi Aliansi Bengkulu Mengingat, Raditya, mengatakan aksi yang dilakukan merupakan bentuk ekspresi kekecewaan kelompok pemuda terhadap kondisi yang terjadi saat ini.

Menurutnya, massa membawa lima tuntutan utama, yakni menghentikan militerisme, penegakan hukum yang berkeadilan, penghentian Proyek Strategis Nasional (PSN), penolakan pembangunan batalion di Provinsi Bengkulu, serta penutupan KOPDES.

“Ini merupakan bentuk ekspresi kekecewaan kami sebagai kelompok pemuda terhadap kondisi negara saat ini,” kata Raditya dalam wawancara TribunBengkulu di Simpang 5 Kota Bengkulu, Senin (15/6/2026).

Raditya mengaku massa aksi sempat berupaya membakar ban sebagai simbol perlawanan.

Namun, upaya tersebut dicegah oleh aparat kepolisian.

Sumber: Tribun Bengkulu
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 02:00 WIB
France
Prancis
3 - 1
Senegal
Senegal
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 05:00 WIB
Iraq
Irak
Live
Norway
Norwegia
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 08:00 WIB
Argentina
Argentina
VS
Algeria
Aljazair
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 11:00 WIB
Austria
Austria
VS
Jordan
Yordania
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved