Rabu, 3 Juni 2026

Berita Bengkulu

Ada 1.833 Korban SCAM di Bengkulu, OJK Beberkan Tips Agar Terhidar Modus Penipuan

IASC terima laporan 1.833 SCAM di Bengkulu, OJK Beberkan Tips Agar Terhindar dari modus penipuan.

Tayang:
Panji Destama/TribunBengkulu.com/Muhammad Panji Destama Nurhadi
KEPALA OJK SUMBAGSEL - Kepala OJK Bengkulu, Ayu Laksmi Syntia Dewi saat menjelaskan Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal, di kegaiatan Media Update, Journalist Class, hingga Media Gathering di Kota Bandar Lampung, Jumat (28/11/2025) malam. IASC terima laporan 1.833 SCAM di Bengkulu, OJK Beberkan Tips Agar Terhindar dari modus penipuan. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama

TRIBUNBENGKULU.COM - Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bengkulu adalah Ayu Laksmi Syntia Dewi mengungkapkan ada 1.833 SCAM yang terjadi di Provinsi Bengkulu.

Laporan itu Ayu sampaikan di kegaiatan Media Update, Journalist Class, hingga Media Gathering di Kota Bandar Lampung, Jumat (28/11/2025) malam.

Untuk Provinsi Bengkulu hingga 31 Oktober 2025 Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) OJK menerima laporan sebanyak 1.833 SCAM.

“Dari data yang kami terima (IASC OJK, red) ada 1.833 laporan penipuan dengan modus scam,” ungkap Ayu saat diwawancarai TribunBengkulu.com, Jumat (28/11/2025) pukul 21.32 WIB.

Dari laporan yang diterima pihak IASC OJK ini, ada 10 jenis laporan yang telah diterima.

Baca juga: Wajib Tahu! OJK Bengkulu Beberkan Tips Jitu Bedakan Investasi Legal dan Ilegal

Mulai dari, Penipuan Transaksi Belanja ( Jual Beli Online), Penipuan Mengaku Pihak Lain (Fake Call), Penipuan Penawaran Kerja, Penipuan Melalui Media Sosial, Penipuan Mendapatkan HadiahLalu, Penipuan Investasi, Phising, Social Engineering, APK (Android Package Kit) via Whatsapp dan Penipuan Terkait Keuangan Lainnya.

“Jenis penipuannya macam-macam mulai dari jual beli online hingga aplikasi, yang terakhir ini aplikasi VIR, untuk aplikasi VIR jelas tidak terdaftar dan tidak diawasi oleh OJK,” tutur Ayu.

Dari SCAM yang dilakukan ini kerugian yang terjadi di Provinsi Bengkulu mencapai Rp 32.582.938.725.

Kerugian yang terjadi ini, tertinggi terjadi di Kota Bengkulu, Bengkulu Selatan dan Rejang Lebong.

“Kerugian tertinggi di Kota Bengkulu mencapai Rp 14.309.518.591, Bengkulu Selatan Rp 10.492.825.419, dan Rejang Lebong Rp 1.852.881.059,” jelas Ayu.

“Sementara untuk VIR kami belum menerima kerugian atas aplikasi VIR,” sambung Ayu.

Untuk itu, Ayu mengingatkan masyarakat untuk selalu berhati-hati dengan modus SCAM.

Ayu juga meminta masyarakat untuk selalu mengingat legal dan logis.

“Masyarakat diminta untuk selalu ingat dua L ya, yakni legal dan logis, masyarakat bisa mengecek di call center 157 atau ke nomor WA 081-157-157-157, untuk mengetahui apakah investasi tersebut bodong atau tidak,” tutup Ayu.

Sebaran Kerugian Penipuan di Provinsi Bengkulu:

Kota Bengkulu Rp 14.309.518.591
Kab. Bengkulu Selatan Rp 10.492.825.419
Kab. Rejang Lebong Rp 1.852.881.059
Kab. Muko Muko Rp 1.458.644.058
Kab. Bengkulu Utara Rp 1.435.937.247
Kab. Kaur Rp 742.233.334
Kab. Kepahiang Rp 689.232.334
Kab. Seluma Rp 622.731.746
Kab. Lebong Rp 578.885.132
Kab. Bengkulu Tengah Rp 400.049.805

Sumber: Tribun Bengkulu
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved