Minggu, 19 April 2026

Banjir dan Longsor di Sumatera

Terdampak Bencana Sumatera, 11 Mahasiswa Universitas Bengkulu Dibebaskan Biaya Kuliah

Mahasiswa UNIB yang terdampak bencana banjir dan longsor di Sumatera dibebaskan biaya kuliah.

Panji Destama/TribunBengkulu.com/Muhammad Panji Destama Nurhadi
REKTOR - Rektor Universitas Bengkulu (UNIB), Indra Cahyadinata saat coffee morning di Pojok Statistik Unib, Selasa (16/12/2025). Mahasiswa UNIB yang terdampak bencana banjir dan longsor di Sumatera dibebaskan biaya kuliah. 

Ringkasan Berita:
  1. 11 mahasiswa UNIB terdampak bencana dibebaskan biaya UKT semester genap 2025/2026.
  2. UNIB mendata 26 mahasiswa terdampak bencana, dikategorikan parah, sedang, dan ringan.
  3. Data telah dikirim ke Kementerian Pendidikan Tinggi dan Pj Sekda Provinsi Bengkulu.
  4. Gubernur Helmi Hasan menegaskan mahasiswa perantau yang keluarganya terdampak musibah mendapat perhatian khusus, termasuk bantuan biaya hidup dan pendidikan.

 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU – Sebanyak 11 mahasiswa Universitas Bengkulu (UNIB) dibebaskan dari beban biaya kuliah menyusul bencana banjir dan longsor yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Sebelumnya, Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, mengeluarkan imbauan kepada seluruh rektor perguruan tinggi di Bengkulu, termasuk UNIB, untuk segera mendata mahasiswa yang berasal dari wilayah terdampak bencana.

Helmi menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Bengkulu memberikan prioritas khusus bagi mahasiswa perantau yang keluarganya terdampak musibah di kampung halaman.

Terkait hal ini, Rektor UNIB, Indra Cahyadinata, mengatakan pihaknya sudah mendata mahasiswa asal daerah terdampak bencana.

“Kita mendapat surat imbauan dari pak Gubernur Bengkulu, untuk mahasiswa yang terdampak bencana, artinya mahasiswa Universitas Bengkulu yang berasal dari tiga provinsi terdampak bencana dan keluarganya juga terdampak bencana,” ungkap Indra saat coffee morning di Pojok Statistik UNIB, Selasa (16/12/2025).

Indra menjelaskan bahwa data mahasiswa terdampak sudah dikirimkan ke Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, serta ke Pj Sekda Provinsi Bengkulu untuk dikompilasi bersama data dari perguruan tinggi lain.

“Data mahasiswa kita sudah kita kirim ke Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi dan ke Pj Sekda Provinsi Bengkulu, nanti dikompilasi dengan data perguruan tinggi lainnya. Nanti mereka akan mendapatkan bantuan biaya hidup dari Pemerintah Provinsi,” tutur Indra.

Dari hasil verifikasi, Indra menyebut ada 26 mahasiswa terdampak bencana, yang terbagi menjadi tiga kategori: parah, sedang, dan ringan.

“Untuk seluruhnya ada 26 orang yang terdampak, mulai dari yang parah, sedang, dan ringan,” jelasnya.

Selain itu, UNIB memberikan pembebasan biaya kuliah selama satu semester bagi 11 mahasiswa yang terdampak parah di tiga wilayah tersebut. Biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT) untuk semester genap 2025/2026 digratiskan.

“Dari pihak kita, mereka yakni 11 mahasiswa yang terdampak parah biaya UKT-nya digratiskan untuk semester genap 2025/2026,” tutup Indra.

Gubernur Helmi Hasan menekankan bahwa kondisi bencana tidak boleh menjadi penghalang bagi mahasiswa untuk melanjutkan pendidikan. Pemerintah siap memberikan bantuan biaya hidup dan pendidikan selama masa pemulihan bencana.

“Mahasiswa asal daerah bencana tidak perlu gelisah. Pemerintah pasti pikirkan dan bantu,” tegas Helmi.

Sumber: Tribun Bengkulu
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved