Hemat BBM di Bengkulu
Strategi Hemat BBM, Pemprov Bengkulu Siapkan Skema WFA dan ASN Bersepeda
Penggunaan energi secara bijak di tengah konflik Timur Tengah yang berdampak pada pasokan energi global.
Penulis: Muhammad Panji Destama Nurhadi | Editor: Hendrik Budiman
Ringkasan Berita:
- Penggunaan energi secara bijak di tengah konflik Timur Tengah yang berdampak pada pasokan energi global.
- ASN di Bengkulu menjalani skema dua hari bekerja dari rumah dan tiga hari bekerja di kantor.
- Mendorong ASN menggunakan moda transportasi ramah lingkungan, seperti bersepeda, berjalan kaki, atau memanfaatkan transportasi umum, guna mengurangi penggunaan kendaraan pribadi.
Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama
TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Pemerintah Provinsi Bengkulu menyiapkan sejumlah strategi untuk menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) di tengah dinamika pasokan dan kebutuhan masyarakat.
Mulai dari skema work from anywhere (WFA) hingga imbauan kepada ASN untuk menggunakan sepeda, berbagai langkah ini tengah dikaji sebagai upaya efisiensi energi.
Hal itu merespons imbauan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, terkait penggunaan energi secara bijak di tengah konflik Timur Tengah yang berdampak pada pasokan energi global.
Sebelumnya, Bahlil menegaskan bahwa pemerintah belum memberlakukan pembatasan pembelian bahan bakar minyak (BBM).
Namun, masyarakat diminta untuk menggunakan energi sesuai kebutuhan.
Ia juga mengingatkan agar BBM di SPBU tidak disalahgunakan, khususnya untuk kepentingan industri, dan tetap digunakan secara bijak.
Menindaklanjuti hal tersebut, Pemprov Bengkulu mulai menyiapkan sejumlah langkah strategis guna menghemat energi, terutama BBM, sebagai antisipasi potensi krisis global.
Baca juga: Kapal RI Tertahan di Selat Hormuz, Iran Diduga ‘Sakit Hati’ Imbas Indonesia Gabung BoP
Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, mengungkapkan bahwa kebijakan penghematan energi sebenarnya telah lebih dulu diterapkan, bahkan sebelum kondisi global memanas.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah penerapan sistem kerja work from anywhere (WFA), yakni pola kerja fleksibel yang memungkinkan pegawai bekerja dari mana saja, tidak harus dari kantor, termasuk dari rumah.
Dalam penerapannya, ASN di Bengkulu menjalani skema dua hari bekerja dari rumah dan tiga hari bekerja di kantor.
Menurut Herwan, kebijakan ini tidak hanya mampu menekan belanja rutin pemerintah daerah, tetapi juga efektif mengurangi konsumsi BBM, khususnya bagi ASN yang tidak perlu bepergian setiap hari ke kantor.
Ke depan, Pemprov Bengkulu membuka peluang untuk memperluas kebijakan tersebut, termasuk menambah porsi kerja dari rumah sesuai arahan pemerintah pusat.
Baca juga: Pemerintah Ajak Masyarakat Hemat BBM di Tengah Konflik Global, Stok Mulai Menipis?
Selain itu, alternatif lain yang dipertimbangkan adalah mendorong ASN menggunakan moda transportasi ramah lingkungan, seperti bersepeda, berjalan kaki, atau memanfaatkan transportasi umum, guna mengurangi penggunaan kendaraan pribadi.
Herwan menegaskan, seluruh opsi kebijakan masih bersifat fleksibel dan akan disesuaikan dengan kondisi daerah serta kebijakan pemerintah pusat.
Sementara itu, hasil pantauan di lapangan menunjukkan kondisi SPBU di Bengkulu masih relatif normal tanpa antrean panjang.
| Dukung Efisiensi BBM, Kadis Dikbud Bengkulu Selatan Kurangi Penggunaan Mobil Dinas |
|
|---|
| Daftar Harga BBM Non Subsidi di Bengkulu per Maret 2026, Pertamina Jamin Ketersediaan Stok |
|
|---|
| Harga BBM Non Subsidi Belum Berubah, Pertamina Jamin Stok di Bengkulu Aman |
|
|---|
| Pantauan SPBU di Bengkulu, Tak Ada Antrean, Harga BBM Masih Stabil, Warga Diminta Bijak Pakai Energi |
|
|---|
| Pemprov Bengkulu Siapkan Strategi Hemat BBM, WFA hingga ASN Naik Sepeda |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bengkulu/foto/bank/originals/Wagub-Rosjonsyah-Pimpin-Apel-Pagi-ASN-di-Pemprov-Bengkulu-4.jpg)