Berita Bengkulu Selatan

Bengkulu Selatan Ikuti Lomba Ketahanan Pangan Satu Desa Satu Hektar Jagung, Ini Total Hadiahnya 

Pemkab Bengkulu Selatan siap mengikuti Lomba ketahanan pangan Satu Desa Satu Hektare (Sadesahe) penanaman jagung.

|
Penulis: Nur Rahma Sagita | Editor: M Syah Beni
Nur Rahma Sagita/TribunBengkulu.com
LOMBA KETAHANAN PANGAN - Pemkab Bengkulu Selatan bersama Polres Bengkulu Selatan dan OPD PMD saat sosialisasi lomba ketahanan pangan satu desa satu hektare tanaman jagung, Kamis (28/8/2025). Sosialisasi diikuti langsung oleh 142 desa dan 16 kelurahan Kabupaten Bengkulu Selatan. 

Bengkulu Selatan Siap Ikuti Lomba Ketahanan Pangan Satu Desa Satu Hektar Tanaman Jagung, Ini Total Hadiahnya 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Nur Rahma Sagita

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU SELATAN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkulu Selatan siap mengikuti Lomba ketahanan pangan Satu Desa Satu Hektare (Sadesahe) penanaman jagung.

Perlombaan ini merupakan program Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu yang bekerjasama dengan Polda Bengkulu untuk mendukung program ketahanan pangan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.

Setelah dilakukan launching serentak melalui zoom dan diikuti oleh seluruh Kabupaten se-Provinsi Bengkulu, pada hari ini terkhusus Kabupaten Bengkulu Selatan yang sangat antusias mengikuti sosialisai terkait lomba yang hadianya sangat menakjubkan.

Pantauan TribunBengkulu.com saat berada dilokasi sosialisasi lomba sadesahe diikuti sebanyak 142 desa dan 16 kelurahan, berlokasi di Balai Sekundang Bengkulu Selatan, Kamis 28 Agustus 2025 sangat antusias dengan menanyakan mekanisme perlombaan ini.

Waka Polres Bengkulu Selatan Kompol Berlan Simanjuntak mengungkapkan, panitia untuk lomba yang akan melibatkan perwakilan desa sebagai peserta sudah terbentuk. 

Nantinya setiap desa diwajibkan menggarap lahan minimal 1 hektare dengan populasi 60 ribu batang jagung, sekaligus menanam cabai di 5 polybag untuk setiap rumah di desa tersebut.

“Untuk lomba satu desa satu hektare ini merupakan program pemerintah untuk ketahanan pangan. Untuk mengikuti kegiatan lomba ini ada administrasi yang harus diselesaikan oleh desa, dengan membayarkan pendaftaran sejumlah Rp 12.845.000. Itu yang harus disetorkan ke rekening Yayasan Panitia YKB Merah Putih,” ujar Berlan saat diwawancarai TribunBengkulu.com, Kamis (28/8/20205).

Lanjut Berlan, nantinya peserta dalam hal ini desa yang telah menyetorkan uang pendaftaran akan mendapatkan benih jagung sebanyak 20 kg dengan harga per kg Rp 105.000, lalu 7 botol pupuk POC dengan harga Rp 95.000 per botol dengan total Rp 2.765.000. 

Sedangkan untuk penilaian lomba penanaman 5 pot cabai untuk 100 rumah terdiri dari benih cabai Rp 30.000 per pack, pupuk POC Rp 95.000 untuk 100 rumah senilai Rp 9.500.000, dan polybag 500 buah senilai Rp 529.000. Jadi total keseluruhan biaya penanaman jagung dan cabai sebesar Rp 12.845.000.

“Dana yang digunakan oleh desa bisa diambil dari 20 persen minimal Dana Desa untuk ketahanan pangan. Tentunya dana yang masuk ke rekening panitia akan tetap dipantau,” tegas Berlan.

Terpisah Kepala Pemerdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) 

Bengkulu Selatan Herman Sunarya mengungkakan, optimis ada desa dari Bengkulu Selatan yang mampu meraih juara. Mengingat potensi pertanian di Bengkulu Selatan masih sangat menjanjikan serta tanah yang subur bisa menjadi penyebab jagung tumbuh dengan baik.

“Tentunya kita optimis dan berharap ada desa kita yang bisa juara di lomba satu desa satu hektare tanam jagung ini. Sebab alam kita mendukung,” ungkap Herman.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved