Berita Bengkulu Selatan
Harga Sayur di Pasar Ampera Bengkulu Selatan Kembali Normal usai Longsor Manna–Pagar Alam
Harga sayur di Pasar Ampera Bengkulu Selatan kembali normal usai longsor Manna–Pagar Alam, setelah sempat naik akibat terganggunya pasokan.
Penulis: Nur Rahma Sagita | Editor: Ricky Jenihansen
Harga sayur di Pasar Ampera Bengkulu Selatan kembali normal usai longsor Manna–Pagar Alam, setelah sempat naik akibat terganggunya pasokan.
Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Nur Rahma Sagita
TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU SELATAN - Harga sayur di Pasar Ampera, Bengkulu Selatan, kembali normal setelah sempat naik akibat bencana longsor yang terjadi di Jalur Manna–Pagar Alam pada Selasa (16/9/2025) hingga Jumat (19/9/2025) lalu.
Hal ini diungkapkan oleh pedagang sayur di Pasar Ampera, Deresti (36).
Ia mengatakan, harga sayur sudah kembali normal sejak sekitar satu minggu terakhir setelah sebelumnya mengalami kenaikan.
Kenaikan harga terjadi selama dua hari pada Rabu (17/9/2025), pasca longsor yang memutus jalur distribusi sayur.
“Sudah sejak seminggu yang lalu harga sayur sudah kembali normal setalah mengalami. Kenaikan ini terjadi karena memang kita mengambil stok sayur di Pagar Alam sehingga apabila kita ambil dengan modal tinggi maka penjualan juga akan naik,” ujar Deresti kepada TribunBengkulu.com, Sabtu (4/10/2025).
Adapun daftar harga sayur sebelum dan sesudah longsor adalah sebagai berikut.
- Tomat turun dari Rp 20 ribu per kilogram menjadi Rp 12 ribu per kilogram.
- Buncis turun dari Rp 15 ribu per kilogram menjadi Rp 5 ribu per kilogram.
- Kubis turun dari Rp 12 ribu per kilogram menjadi Rp 8 ribu per kilogram.
- Sawi putih turun dari Rp 8 ribu per kilogram menjadi Rp 7 ribu per kilogram.
- Sawi pahit turun dari Rp 10 ribu per kilogram menjadi Rp 8 ribu per kilogram.
- Wortel naik dari Rp 12 ribu per kilogram menjadi Rp 14 ribu per kilogram.
- Kentang dijual Rp 8 ribu per kilogram.
- Seledri turun dari Rp 40 ribu per kilogram menjadi Rp 25 ribu per kilogram.
- Daun bawang turun dari Rp 20 ribu per kilogram menjadi Rp 15 ribu per kilogram.
- Sementara itu, beberapa komoditas lainnya justru mengalami kenaikan harga.
- Sawi naik dari Rp 7 ribu menjadi Rp 8 ribu per kilogram.
- Kubis naik dari Rp 8 ribu menjadi Rp 10 ribu per kilogram.
- Wortel naik dari Rp 10 ribu menjadi Rp 12 ribu per kilogram.
- Labu siam naik dari Rp 8 ribu menjadi Rp 10 ribu per kilogram.
- Daun seledri naik dari Rp 40 ribu menjadi Rp 50 ribu per kilogram.
- Daun bawang naik dari Rp 20 ribu menjadi Rp 25 ribu per kilogram.
“Jadi harga sayur saat ini sudah kembali normal. Kami harap jalan lintas Manna–Pagar Alam tidak ada lagi kendala sehingga tidak ada kenaikan yang begitu tinggi,” ungkap Deresti.
Deresti berharap tidak terjadi lagi longsor susulan di Jalur Lintas Manna–Pagar Alam yang dapat menyebabkan akses jalan lumpuh total.
Ia juga berharap, dengan akses jalur yang lancar, harga sayuran dapat kembali stabil seperti biasanya.
Menurutnya, harga jual sangat bergantung pada harga modal dari petani.
Apabila akses jalan terputus, maka harga sayuran akan naik karena biaya pengambilan barang juga meningkat.
“Kita harap tidak ada lagi akses jalan longsor yang menyebabkan akses jalan lumpuh dan petani sayur tidak dapat membawa hasil panennya untuk dijual,” singkat Deresti.
Gabung grup Facebook TribunBengkulu.com untuk informasi terkini
berita bengkulu selatan
harga sayur
bengkulu selatan
Berita Rejang Lebong Bengkulu
Berita Rejang Lebong Terkini
Berita Rejang Lebong
| Aplikasi Sipacak Diluncurkan, Pemkab Bengkulu Selatan Dorong Kesadaran Masyarakat Taat Pajak |
|
|---|
| Biang Kerok Sempat Bikin Kemacetan Panjang di SPBU Tanjung Raman Bengkulu Selatan |
|
|---|
| Penyebab Antrean Solar Mengular di SPBU Tanjung Raman Bengkulu Selatan |
|
|---|
| SPBU Tanjung Raman Bengkulu Selatan Macet Parah, Warga Keluhkan Sulit Melintas |
|
|---|
| Peringati HLUN ke-30, TP-PKK Pasar Manna Lakukan Pemeriksaan Kesehatan Gratis untuk Lansia |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bengkulu/foto/bank/originals/Pedagang-sayur-Deresti-BS.jpg)