Rabu, 20 Mei 2026

Ramadan 1447 Hijriah

Pedagang Takjil Mulai Ramai di Tebat Rukis Bengkulu Selatan

pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di kawasan Tebat Rukis, Bengkulu Selatan, mulai bersiap meramaikan penjualan takjil.

Tayang:
Penulis: Nur Rahma Sagita | Editor: Hendrik Budiman
NurRahmaSagita/TribunBengkulu.com/Nur Rahma Sagita
PELAKU UMKM - Yuri pelaku UMKM yang berjualan takjil di Tebat Rukis saat Ramadan 1447 H, Rabu (18/2/2026). Diperkirakan ada sebanyak 20 stand akan berjualan takjil selama puasa. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Nur Rahma Sagita

TRIBUNBENGKULU.COM, Bengkulu Selatan – Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di kawasan Tebat Rukis, Bengkulu Selatan mulai bersiap untuk berdagang takjil.

Pantauan TribunBengkulu.com di lapangan, stand UMKM untuk berjualan selama Ramadan telah terpasang dan siap digunakan.

Bahkan, sebagian pedagang sudah mulai membuka lapak, sejak Rabu (18/2/2026) dengan waktu berjualan mulai pukul 12.00 WIB hingga 18.00 WIB.

Diperkirakan terdapat sekitar 20 stan pelaku UMKM yang akan berjualan di kawasan Tebat Rukis selama bulan Ramadan.

“Kami mulai berjualan hari ini hingga puasa terakhir sebelum Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah,” ujar Yuri, salah satu pelaku UMKM Ramadan, saat diwawancarai TribunBengkulu.com, Rabu (18/2/2026).

Berbagai jenis takjil akan dijual selama Ramadan mulai dari makanan tradisional seperti talam, bongkol, onde-onde, surabi, ketan hitam, dan brownies.

Baca juga: Wisata Baru Bengkulu Selatan, Tebat Gelumpai Hadirkan Perahu Karet Tarif Merakyat

Lalu, rujak tahu, risol, tahu isi, kurma, basreng, lemper ayam, bolu kukus, onde-onde kelapa, es buah, serta aneka jajanan lainnya.

“Semua dagangan dijual dengan harga mulai Rp 5 ribu hingga Rp 10 ribu per bungkus,” ungkap Yuri.

Ia menambahkan, pelaku UMKM yang berjualan di kawasan Tebat Rukis merupakan pedagang mandiri tanpa kerja sama dengan Pemerintah Daerah. Para pedagang menyewa stan secara mandiri dengan biaya Rp 300 ribu selama Ramadan, ditambah biaya kebersihan sebesar Rp 50 ribu untuk satu bulan.

“Kami menyewa stan secara mandiri dan tidak bekerja sama dengan pemerintah,” jelasnya.

Yuri berharap, keberadaan UMKM Ramadan di Tebat Rukis dapat semakin berkembang dan seluruh pedagang bisa menjual dagangannya hingga habis terjual selama bulan puasa.

Imbauan Pemerintah Daerah 

Terpisah, Sekretaris Daerah Bengkulu Selatan, Susmanto, mengungkapkan bahwa pelaku usaha diperbolehkan berjualan di berbagai lokasi.

Namun, para pedagang tetap diminta mematuhi aturan yang telah ditetapkan Bupati Bengkulu Selatan, yakni tidak berjualan di bahu jalan.

“Semua pelaku UMKM diperbolehkan berjualan, asalkan tidak mengganggu arus lalu lintas dan tidak berjualan di bahu jalan,” harap Susmanto.

Sumber: Tribun Bengkulu
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved