Jumat, 8 Mei 2026

Keracunan Makan Bergizi Gratis

46 Relawan Diliburkan, Dapur MBG Bengkulu Tengah Dihentikan Sementara Usai Kasus Keracunan

Dampak dugaan keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Bengkulu Tengah tidak hanya dirasakan para siswa, tetapi juga menghentikan

Tayang:
Penulis: Suryadi Jaya | Editor: Hendrik Budiman
TribunBengkulu.com/Suryadi Jaya
KERACUNAN MBG - Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke dapur penyedia Makan Bergizi Gratis (MBG) Kembang Seri I, Jumat (24/4/2026), menyusul dugaan keracunan yang menimpa 9 siswa. Dampak dugaan keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Bengkulu Tengah tidak hanya dirasakan para siswa, tetapi juga menghentikan aktivitas dapur dan berdampak pada puluhan relawan. 

Ringkasan Berita:
  • Operasional dapur MBG Kembang Seri I yang dikelola oleh SPPG Nusantara Maju Mapan resmi dihentikan sementara menyusul insiden yang menimpa 9 siswa dari SMPN 3 dan SDN 1 Bengkulu Tengah.
  • Seluruh aktivitas dapur dihentikan hingga proses investigasi dan hasil uji laboratorium selesai.
  • Akibat penghentian tersebut, sebanyak 46 relawan yang selama ini bekerja di dapur MBG terpaksa diliburkan sementara.

 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Suryadi Jaya

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU TENGAH - Dampak dugaan keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Bengkulu Tengah tidak hanya dirasakan para siswa, tetapi juga menghentikan aktivitas dapur dan berdampak pada puluhan relawan.

Operasional dapur MBG Kembang Seri I yang dikelola oleh SPPG Nusantara Maju Mapan resmi dihentikan sementara menyusul insiden yang menimpa 9 siswa dari SMPN 3 dan SDN 1 Bengkulu Tengah.

Koordinator SPPG Wilayah Bengkulu Tengah Roni Vidiansyah mengatakan, seluruh aktivitas dapur dihentikan hingga proses investigasi dan hasil uji laboratorium selesai.

“Sudah ada surat penghentian sementara atau suspend. Sampai kapan, kita masih menunggu hasil investigasi dan hasil laboratorium,” ujar Roni saat diwawancarai TribunBengkulu.com, Jumat (24/4/2026).

Akibat penghentian tersebut, sebanyak 46 relawan yang selama ini bekerja di dapur MBG terpaksa diliburkan sementara.

Baca juga: Pemkab Bertindak, Dapur MBG Bengkulu Tengah Disetop Sementara Usai 9 Siswa Keracunan

“Kalau dapur berhenti, semua kegiatan operasional berhenti. Relawan diliburkan karena sistemnya harian. Jadi saat libur mereka tidak menerima gaji,” jelasnya.

Roni menambahkan, keputusan lanjutan terhadap operasional dapur sepenuhnya berada di tangan pemerintah pusat, tergantung hasil investigasi yang sedang berjalan.

“Kalau nanti terbukti ada kelalaian, kewenangan ada di pusat untuk menentukan apakah suspend dilanjutkan atau ada keputusan lain,” katanya.

Ia juga menegaskan, sanksi berat hingga pencabutan operasional SPPG bisa saja dijatuhkan apabila ditemukan pelanggaran prosedur.
“Kalau memang terbukti ada SOP yang dilanggar, sanksi terberatnya SPPG ini bisa dicabut,” tegasnya.

Sementara itu, terkait penyebab pasti kejadian, pihak SPPG masih menunggu hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan dan sampel muntahan korban.

“Sampel makanan dan muntahan sudah diambil. Saat ini kita masih menunggu hasil uji laboratorium,” tutupnya.

Seperti diketahui, sebanyak 9 siswa dilaporkan mengalami gejala mual dan muntah usai mengonsumsi makanan MBG.

Seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis dan dilaporkan dalam kondisi membaik.

Kondisi 8 Siswa Korban Keracunan MBG

Sebanyak 8 siswa di Kabupaten Bengkulu Tengah diduga mengalami keracunan makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), Kamis (23/4/2026). 

Sumber: Tribun Bengkulu
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved