Kamis, 4 Juni 2026

Keracunan Massal di Lebong

Imbas Kasus Keracunan, Bupati Bengkulu Tengah Perintahkan DKPP dan Dinkes Perketat Program MBG

Menyikapi kasus keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang terjadi di Kabupaten Lebong, Bupati Bengkulu Tengah, Rachmat Riyanto.

Tayang:
Penulis: Suryadi Jaya | Editor: Hendrik Budiman
Suryadi Jaya
KERACUNAN MBG - Bupati Bengkulu Tengah, Rachmat Riyanto, saat diwawancarai, Rabu (27/8/2025). Menyikapi kasus keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang terjadi di Kabupaten Lebong, Bupati Bengkulu Tengah, Rachmat Riyanto, langsung menginstruksikan dua instansi teknis untuk melakukan pengawasan ketat terhadap pelaksanaan MBG di wilayahnya. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Suryadi Jaya

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU TENGAH - Menyikapi kasus keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang terjadi di Kabupaten Lebong, Bupati Bengkulu Tengah Rachmat Riyanto langsung menginstruksikan dua instansi teknis untuk melakukan pengawasan ketat terhadap pelaksanaan MBG di Bengkulu Tengah.

“Saya sudah minta Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) dan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk mengawasi secara ketat proses MBG di Bengkulu Tengah,” tegas Rachmat, Jumat (29/8/2025).

Bupati menyebutkan, saat ini baru ada satu Satuan Pelaksana Program Gizi (SPPG) yang aktif di Bengkulu Tengah, yakni Yayasan Putri Sungai Lemau di Desa Pondok Kelapa, Kecamatan Pondok Kelapa.

SPPG tersebut saat ini mengcover lebih dari 2.000 siswa penerima MBG.

Baca juga: Kasus Keracunan Massal MBG di Lebong Bikin Wali Murid di Bengkulu Tengah Khawatir

“Pengawasan akan segera kita lakukan, supaya kasus seperti di Lebong tidak terjadi di Bengkulu Tengah,” tambahnya.

Rachmat menegaskan, dalam waktu dekat seluruh bahan pangan yang digunakan untuk MBG akan dilakukan rapid tes.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan bahan makanan yang disajikan benar-benar memenuhi standar kesehatan dan keamanan pangan.

“Bahan-bahan pangan untuk makanan program MBG akan dilakukan rapid tes supaya kita bisa memastikan standar dari makanan MBG,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Bupati berharap semua pihak yang terlibat, mulai dari penyedia bahan, pengolah hingga pengawas lapangan, dapat bekerja sama menjaga kualitas makanan MBG agar aman dikonsumsi oleh para siswa.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved