Kamis, 9 April 2026

Berita Bengkulu Tengah

Setahun Bebas, Martoni Petik Hasil Manis di Kebun Semangka Binaan Densus 88

Setahun setelah bebas dari lembaga pemasyarakatan, Martoni kini memetik hasil manis dari kebun semangka yang digarapnya bersama Kelompok Tani Jawara

Penulis: Suryadi Jaya | Editor: Ricky Jenihansen
TribunBengkulu.com/Suryadi Jaya
EKS NAPITER - Setahun setelah bebas dari lembaga pemasyarakatan, Martoni kini memetik hasil manis dari kebun semangka yang digarapnya bersama Kelompok Tani Jawara Agro Nusantara di Balai Benih Induk (BBI) Talang Aling, Desa Taba Lagan, Rabu (25/2/2026). 
Ringkasan Berita:
  1. Setahun setelah bebas, Martoni kembali menekuni profesi petani bersama Kelompok Tani Jawara Agro Nusantara di Taba Lagan.
  2. Program pembinaan Densus 88 dan Polres Bengkulu Tengah memberi fasilitas, pendampingan, dan akses pemasaran hasil panen.
  3. Martoni diterima baik oleh masyarakat, tanpa stigma negatif, saat reintegrasi sosial.
  4. Ia pernah mengikuti prosesi pelepasan baiat dan ikrar setia kepada NKRI sebagai bagian dari deradikalisasi.
  5. Panen perdana semangka menjadi simbol kesempatan kedua.

 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Suryadi Jaya

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU TENGAH - Setahun setelah bebas dari lembaga pemasyarakatan, Martoni kini memetik hasil manis dari kebun semangka yang digarapnya bersama Kelompok Tani Jawara Agro Nusantara di Balai Benih Induk (BBI) Talang Aling, Desa Taba Lagan, Rabu (25/2/2026).

Pria yang bebas pada 19 Februari 2025 itu memilih kembali menekuni profesinya sebagai petani.

Melalui program pembinaan yang difasilitasi Densus 88 Anti-Teror wilayah Bengkulu bersama Polres Bengkulu Tengah, Martoni bersama lebih dari 10 anggota kelompok tani lainnya mulai membangun kembali kehidupan mereka lewat sektor pertanian.

“Alhamdulillah, kami berterima kasih kepada semua pihak, di antaranya Densus, Polres, Pemda serta semua pihak yang telah mendukung program kami dan mengajak kami bekerja sama,” ujar Martoni saat ditemui di lokasi panen.

Ia mengaku program tersebut cukup membantu pemulihan ekonomi dirinya dan rekan-rekannya.

Fasilitas serta pendampingan yang diberikan membuat mereka dapat bertani secara lebih terarah, bahkan hasil panen disebut langsung terserap oleh pihak ketiga.

Tak hanya soal ekonomi, Martoni juga bersyukur karena diterima dengan baik oleh masyarakat sejak kembali ke lingkungan sosialnya.

“Dari awal saya pulang sampai sekarang tidak ada masalah sedikit pun dengan masyarakat. Bahkan disambut dengan hangat. Masyarakat tidak ada yang menganggap saya hal-hal yang buruk,” tuturnya.

Dilansir dari berbagai sumber, Martoni sebelumnya juga pernah mengikuti prosesi pelepasan baiat dan pembacaan ikrar setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) pada 14 Juli 2022 di Aula Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bengkulu.

Dalam kegiatan yang difasilitasi Densus 88 bersama Kementerian Agama tersebut, ia menyatakan melepaskan baiat kepada organisasi radikal dan berkomitmen setia kepada Pancasila serta UUD 1945 sebagai bagian dari proses deradikalisasi dan reintegrasi ke tengah masyarakat.

Bagi Martoni, panen perdana semangka ini bukan sekadar hasil pertanian, melainkan simbol kesempatan kedua.

Dari kebun di Taba Lagan, ia menata kembali hidupnya, berbaur dengan masyarakat, bekerja bersama, dan menatap masa depan dengan harapan baru.

Sumber: Tribun Bengkulu
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved