Rabu, 3 Juni 2026

Berita Ekonomi dan Bisnis Bengkulu

Sektor Makanan Jadi Tulang Punggung Industri Mikro di Bengkulu

Sektor industri makanan masih menjadi tulang punggung industri mikro dan kecil (IMK) di Provinsi Bengkulu

Tayang:
Penulis: Jiafni Rismawarni | Editor: Hendrik Budiman
TribunBengkulu.com/Jiafni Rismawarni
LAPAK PEDAGANG - Tampak lapak pedagang umkm di Bengkulu, pada Sabtu (24/1/2026). Sektor industri makanan masih menjadi tulang punggung industri mikro dan kecil (IMK) di Provinsi Bengkulu 

Ringkasan Berita:
  • BPS mencatat, jumlah industri makanan di Bengkulu mencapai 10.741 usaha atau setara 49,6 persen dari total industri mikro dan kecil.
  • Peran penting industri mikro dan kecil sebagai penggerak ekonomi lokal di Bengkulu, baik dalam penyerapan tenaga kerja maupun peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat.
  • Industri makanan relatif mudah tumbuh karena pasarnya jelas dan dekat dengan kebutuhan masyarakat.

 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Jiafni Rismawarni 

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Sektor industri makanan masih menjadi tulang punggung industri mikro dan kecil (IMK) di Provinsi Bengkulu.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu, dari total 21.656 unit IMK yang tercatat, hampir separuh di antaranya bergerak di sektor industri makanan.

BPS mencatat, jumlah industri makanan di Bengkulu mencapai 10.741 usaha atau setara 49,6 persen dari total industri mikro dan kecil. 

Dominasi ini menunjukkan bahwa sektor pangan masih menjadi pilihan utama masyarakat dalam mengembangkan usaha, seiring dengan tingginya kebutuhan konsumsi rumah tangga di daerah.

Selain industri makanan, sektor industri pakaian jadi menempati posisi berikutnya dengan jumlah 2.658 usaha atau sekitar 12,3 persen.

Sementara itu, industri barang galian bukan logam tercatat sebanyak 2.553 usaha atau 11,8 persen. 

Adapun sektor industri lainnya mencapai 5.704 usaha atau sekitar 26,3 persen dari keseluruhan IMK di Bengkulu.

Pengamat ekonomi Bengkulu, Anzori Tawakal, menilai dominasi sektor makanan mencerminkan struktur ekonomi daerah yang masih bertumpu pada sektor kebutuhan dasar.

Menurutnya, kondisi tersebut wajar, namun perlu diimbangi dengan pengembangan sektor lain agar ekonomi daerah lebih beragam dan berkelanjutan.

"Industri makanan relatif mudah tumbuh karena pasarnya jelas dan dekat dengan kebutuhan masyarakat. Namun ke depan, perlu ada dorongan agar pelaku industri mikro tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu naik kelas dan masuk ke sektor dengan nilai tambah yang lebih tinggi," kata Anzori kepada TribunBengkulu.com, Sabtu (24/1/2026).

Dukungan pemerintah daerah sangat dibutuhkan, terutama dalam hal akses permodalan, peningkatan kualitas produksi, sertifikasi produk, serta perluasan pasar.

Baca juga: 5 Berita Ekonomi Bisnis Populer di Bengkulu 18–24 Januari 2026: Harga Emas Makin Berkilau-NPL KUR

Tanpa kebijakan yang terarah, pelaku industri mikro berpotensi terjebak pada skala usaha yang stagnan.

Data BPS tersebut menegaskan peran penting industri mikro dan kecil sebagai penggerak ekonomi lokal di Bengkulu, baik dalam penyerapan tenaga kerja maupun peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat.

" Dengan strategi pengembangan yang tepat, sektor ini mampu memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah," paparnya. 

Sumber: Tribun Bengkulu
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved