Berita Kepahiang
Direktur RSUD Kepahiang Febi Nursanda Resmi Mengundurkan Diri
Direktur RSUD Kabupaten Kepahiang dr. Febi Nursanda dinyatakan mundur dari jabatannya pada Rabu (22/4/2026).
Penulis: Bima Kurniawan | Editor: Hendrik Budiman
Ringkasan Berita:
- Direktur RSUD Kepahiang, dr. Febi Nursanda, resmi mengundurkan diri dari jabatannya.
- Pengunduran diri tersebut memicu perhatian publik, karena sudah 5 tahun menjabat
- Dirut RSUD Kepahiang saat ini digantikan dengan dr. Burhan Hadi, prosesi serah terima jabatan dilaksanakan di RSUD Kepahiang, pada Rabu (22/4/2026).
Laporan Reporter TribunBengkulu.com, M. Bima Kurniawan
TRIBUNBENGKULU.COM, KEPAHIANG - Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Kepahiang dr. Febi Nursanda menyatakan mengundurkan diri dari jabatannya, pada Rabu (22/4/2026).
Diketahui Febi menjabat sebagai Direktur RSUD Kabupaten Kepahiang sudah sekitar lima tahun beralih menjadi staf di Puskesmas Ujan Mas.
"Mulai hari ini aku bukan direktur lagi, aku pindah jadi staf dokter di puskesmas Ujan Mas," ucap Febi kepada TribunBengkulu.com, Rabu (22/4/2026).
Sementara jabatan Dirut RSUD Kepahiang saat ini digantikan dengan dr. Burhan Hadi, prosesi serah terima jabatan dilaksanakan di RSUD Kepahiang, pada Rabu (22/4/2026).
Belum diketahui pasti alasan dirinya mengundurkan diri dari jabatan Dirut RSUD Kepahiang.
Baca juga: Babysitter Refpin di Bengkulu Sampaikan Pembelaan: Mohon Keadilan yang Mulia, Tolong Bebaskan Saya
Menanggapi hal itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kepahiang Hartono menerangkan, jabatan Dirut RSUD Kepahiang dijabat oleh Burhan Hadi sebagai Pelaksana tugas atau Plt.
"Iya, karena Dirut lama mengundurkan diri, sementara dijabat oleh Plt Dirut, yaitu dr. Burhan Hadi," kata Hartono.
Disisi lain, dalam pelantikan definitif Burhan pihaknya masih dalam proses penginputan ke Aplikasi I-MUT (Integrated Mutation) Badan Kepegawaian Negara (BKN).
"Nanti akan dilakukan pelantikan defenitif, karena harus diinput ke Aplikasi I-MUT (Integrated Mutation) Badan Kepegawaian Negara, sistem digital terintegrasi untuk mengelola mutasi, pengangatan, pemberhentian dan promosi ASN," pungkas Hartono.
| BKD dan PUPR Jadi OPD dengan Temuan BPK Terbanyak di Kepahiang |
|
|---|
| Harga Bahan Pokok Naik, Pedagang Rumah Makan di Kepahiang Keluhkan Pendapatan Menurun |
|
|---|
| PAD Kepahiang Tembus Rp20,4 Miliar, BKD Masih Tunggu Laporan Penerimaan OPD dan BLUD |
|
|---|
| Kepahiang Terima DBH Rp7,7 Miliar, tapi Masih Punya Beban Utang Program Rp23 Miliar |
|
|---|
| Terima DBH Rp7,7 Miliar dari Pemprov Bengkulu, Kepahiang Belum Cukup Tutupi Gagal Bayar Rp23 Miliar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bengkulu/foto/bank/originals/SERTIJAB-DIRUT-KEPAHIANG.jpg)