Kamis, 23 April 2026

Berita Kepahiang

Direktur RSUD Kepahiang Febi Nursanda Resmi Mengundurkan Diri

Direktur RSUD Kabupaten Kepahiang dr. Febi Nursanda dinyatakan mundur dari jabatannya pada Rabu (22/4/2026).

Penulis: Bima Kurniawan | Editor: Hendrik Budiman
M. Bima Kurniawan/Bima Kurniawan
SERTIJAB - Pelaksanaan sertijab dirut RSUD Kepahiang pada Rabu (22/4/2026). Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Kepahiang dr. Febi Nursanda dinyatakan mundur dari jabatannya pada Rabu (22/4/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Direktur RSUD Kepahiang, dr. Febi Nursanda, resmi mengundurkan diri dari jabatannya.
  • Pengunduran diri tersebut memicu perhatian publik, karena sudah 5 tahun menjabat
  • Dirut RSUD Kepahiang saat ini digantikan dengan dr. Burhan Hadi, prosesi serah terima jabatan dilaksanakan di RSUD Kepahiang, pada Rabu (22/4/2026). 

 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, M. Bima Kurniawan  

TRIBUNBENGKULU.COM, KEPAHIANG - Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Kepahiang dr. Febi Nursanda menyatakan mengundurkan diri dari jabatannya, pada Rabu (22/4/2026). 

Diketahui  Febi menjabat sebagai Direktur RSUD Kabupaten Kepahiang sudah sekitar lima tahun beralih menjadi staf di Puskesmas Ujan Mas. 

"Mulai hari ini aku bukan direktur lagi, aku pindah jadi staf dokter di puskesmas Ujan Mas," ucap Febi kepada TribunBengkulu.com, Rabu (22/4/2026).

Sementara jabatan Dirut RSUD Kepahiang saat ini digantikan dengan dr. Burhan Hadi, prosesi serah terima jabatan dilaksanakan di RSUD Kepahiang, pada Rabu (22/4/2026). 

Belum diketahui pasti alasan dirinya mengundurkan diri dari jabatan Dirut RSUD Kepahiang. 

Baca juga: Babysitter Refpin di Bengkulu Sampaikan Pembelaan: Mohon Keadilan yang Mulia, Tolong Bebaskan Saya

Menanggapi hal itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kepahiang Hartono menerangkan, jabatan Dirut RSUD Kepahiang dijabat oleh Burhan Hadi sebagai Pelaksana tugas atau Plt. 

"Iya, karena Dirut lama mengundurkan diri, sementara dijabat oleh Plt Dirut, yaitu dr. Burhan Hadi," kata Hartono. 

Disisi lain, dalam pelantikan definitif Burhan pihaknya masih dalam proses penginputan ke Aplikasi I-MUT (Integrated Mutation) Badan Kepegawaian Negara (BKN). 

"Nanti akan dilakukan pelantikan defenitif, karena harus diinput ke Aplikasi I-MUT (Integrated Mutation) Badan Kepegawaian Negara, sistem digital terintegrasi untuk mengelola mutasi, pengangatan, pemberhentian dan promosi ASN," pungkas Hartono.

Sumber: Tribun Bengkulu
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved