Keracunan Massal di Kepahiang
Ketua DPRD Desak Evaluasi SPPG-Pengawasan Diperketat Imbas Keracunan Massal Pelajar SD 18 Kepahiang
Ketua DPRD Kabupaten Kepahiang, Gregory Dayefiandro menanggapi terkait insiden dugaan keracunan massal pelajar Kepahiang.
Penulis: Bima Kurniawan | Editor: Hendrik Budiman
Ringkasan Berita:
- Gregory Dayefiandro menanggapi terkait insiden dugaan keracunan massal yang menimpa sejumlah siswa SD Negeri 18 Kepahiang usai mengonsumsi MBG.
- 16 korban keracunan tersebut yang terdiri dari 14 siswa, satu guru dan satu penjaga sekolah SD di Kabupaten Kepahiang dilarikan ke UPT Puskesmas Kelobak Kepahiang akibat mengalami keracunan, pada Kamis (4/6/2026).
- SPPG dapat mengevaluasi dan mengantisipasi hal tersebut dengan memperketat kebersihan dan memaksimalkan pelayanan.
Laporan Reporter TribunBengkulu.com, M. Bima Kurniawan
TRIBUNBENGKULU.COM, KEPAHIANG - Ketua DPRD Kepahiang Gregory Dayefiandro meminta Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) segera melakukan evaluasi menyusul insiden dugaan keracunan massal yang dialami sejumlah siswa SD Negeri 18 Kepahiang usai mengonsumsi makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Langkah evaluasi dinilai penting untuk mengetahui penyebab kejadian sekaligus mencegah peristiwa serupa terulang di kemudian hari.
Diketahui, sebanyak 16 korban keracunan tersebut yang terdiri dari 14 siswa, satu guru dan satu penjaga sekolah SD di Kabupaten Kepahiang dilarikan ke UPT Puskesmas Kelobak Kepahiang akibat mengalami keracunan, pada Kamis (4/6/2026).
Gregory atau Igor sapaan akrabnya mengungkapkan rasa prihatin atas insiden keracunan yang terjadi.
"Pertama kami turut prihatin, karena ini sudah ranahnya pihak pengelola yakni SPPG dan MBG," ucap Igor kepada TribunBengkulu.com, Senin (8/6/2026).
Gregory menegaskan, ke depan SPPG dapat mengevaluasi dan mengantisipasi hal tersebut dengan memperketat kebersihan dan memaksimalkan pelayanan.
"Kami berharap ke depannya hal seperti ini dapat diantisipasi dengan memperketat kebersihan dan juga pelayanan di masing-masing SPPG sehingga tidak terulang lagi," harap Igor.
Reaksi Bupati Kepahiang
Bupati Kepahiang Zurdi Nata menanggapi terkait insiden dugaan keracunan massal yang menimpa sejumlah siswa SD Negeri 18 Kepahiang usai mengonsumsi makanan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Diketahui, sebanyak 16 korban keracunan tersebut yang terdiri dari 14 siswa, satu guru dan satu penjaga sekolah SD di Kabupaten Kepahiang dilarikan ke UPT Puskesmas Kelobak Kepahiang akibat mengalami keracunan, pada Kamis (4/6/2026).
Nata mengungkapkan, dirinya telah memerintahkan pihak kesehatan untuk memberikan fasilitas dan penanganan terbaik untuk para korban.
Baca juga: Keracunan Massal Siswa SD 18 Kepahiang usai Konsumsi MBG Sisakan Trauma bagi Orangtua dan Anak
"Saya sudah perintahkan tim kita dalam hal ini kesehatan untuk turun memberikan bantuan pertama, salah satunya kita menyiapkan fasilitas kesehatan di puskesmas terdekat," ucap Nata kepada TribunBengkulu.com, Senin (8/6/2026).
Harapannya dapur MBG dapat mengevaluasi dan betul-betul memenuhi standarisasi serta menerapkan SOP yang berlaku.
"Harapan kita kedepan dapur mbg ini betul-betul memenuhi standar," harap Nata.
Orangtua Akui Masih Trauma
Keracunan Massal di Kepahiang
Keracunan Makan Siang Gratis
Korban Keracunan MBG
Keracunan Makan Bergizi Gratis
| Keracunan Massal usai Makan MBG di Kepahiang, Kepala SPPG Bungkam, Bupati Buka Suara |
|
|---|
| Reaksi Bupati Zurdi Nata Soal Keracunan Massal Pelajar SD 18 Kepahiang Usai Konsumsi MBG |
|
|---|
| Tanggapan Bupati Kepahiang soal Keracunan Massal Siswa SDN 18 Usai Konsumsi MBG |
|
|---|
| Keracunan Massal Siswa SD 18 Kepahiang usai Konsumsi MBG Sisakan Trauma bagi Orangtua dan Anak |
|
|---|
| Orangtua Siswa SD 18 Kepahiang Akui Trauma usai Anaknya Jadi Korban Keracunan MBG |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bengkulu/foto/bank/originals/Tanggapan-KETUA-DPRD-KEPAHIANG.jpg)