Sabtu, 11 April 2026

Harga Sayuran di Bengkulu

Update Harga Sayuran di Kepahiang Bengkulu, Cabai Masih Tinggi

Harga sayuran di Pasar Rakyat Kepahiang, Bengkulu, masih stabil di akhir bulan September 2025 ini.

Penulis: Romi Juniandra | Editor: Yunike Karolina
Romi Juniandra/TribunBengkulu.com
HARGA KOMODITAS - Sayuran di Pasar Rakyat Kepahiang, Provinsi Bengkulu pada Minggu (21/9/2025). Harga sayuran masih stabil, namun cabai merah masih tinggi. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Romi Juniandra

TRIBUNBENGKULU.COM, KEPAHIANG - Harga sayuran di Pasar Rakyat Kepahiang, Bengkulu, masih stabil di akhir bulan September 2025 ini.

Pantauan TribunBengkulu.com pada Minggu (21/9/2025) pagi, sayuran hijau seperti sawi ada di harga Rp 6 ribu.

Kemudian, sayuran lain seperti terong hijau, labu siam ada di harga Rp 5 ribu per kilogram.

Untuk tomat dan kol, juga masih murah, yakni ada di harga Rp 8 ribu per kilogram.

"Kalau sayur, sekarang murah. Panen petani baik, sehingga tidak ada kenaikan atau kelangkaaan," kata salah satu pedagang, Masna kepada TribunBengkulu.com, Minggu (21/9/2025) pukul 10.55 WIB pagi.

Meski demikian, pedagang mengeluhkan harga cabai merah yang kini mengalami kenaikan cukup tinggi, bahkan sampai Rp 70 ribu per kilogram.

Beberapa pedagang yang merupakan pengecer akhir memilih tidak mengambil cabai merah terlebih dahulu dari gudang, karena harganya yang mahal, dan selisih keuntungan yang sedikit.

Seperti dikatakan Ari, pedagang eceran di Pasar Kepahiang. Menurut dia, saat harga cabai merah normal Rp 30 ribu atau Rp 40 ribu, pedagang bisa mengambil untung Rp 5 ribu per kilogram. 

"Sekarang, paling Rp 2 ribu. Jadi tidak ambil cabai merah dulu," ujar Ari.

Sementara, salah satu pengepul cabai merah di Desa Kelobak Kepahiang, Pili mengatakan dirinya membeli cabai merah ke petani di harga Rp 55 ribu hingga Rp 58 ribu per kilogram.

Kemudian, dijual ke pedagang di pasar di harga antara Rp 60 ribu hingga Rp 65 ribu per kilogram, sehingga harga ke pembeli bisa membeli Rp 68 ribu sampai Rp 70 ribu per kilogram.

"Tapi tergantung kualitas cabainya. Kalau halus, itu mahal," kata Pili kepada TribunBengkulu.com, Rabu (17/9/2025) pukul 14.00 WIB siang.

Menurut Pili, harga ini sudah naik dalam sepekan terakhir, dari sebelumnya harga beli ke petani sekitar Rp 40 ribuan per kilogram.

Untuk penyebab kenaikan ini, dikatakan karena panen petani berkurang. Terutama, karena sebelumnya petani di Kepahiang banyak yang fokus ke kopi.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved