Senin, 8 Juni 2026

Berita Kepahiang

Wabup Abdul Hafizh Kumpulkan Perusahaan di Kepahiang Bengkulu, Minta Semua CSR Disatukan

Abdul Hafizh mengumpulkan perusahaan-perusahaan yang ada di Kepahiang, Selasa (23/9/2025) pagi.

Tayang:
Penulis: Romi Juniandra | Editor: Ricky Jenihansen
Romi Juniandra/TribunBengkulu.com
CSR KEPAHIANG - Wakil Bupati Kepahiang Provinsi Bengkulu, Abdul Hafizh pada Selasa (23/9/2025) pagi. Dia mengumpulkan semua perusahaan di Kepahiang, meminta semua patuh dan mengumpulkan CSR jadi satu. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Romi Juniandra

TRIBUNBENGKULU.COM, KEPAHIANG - Wakil Bupati Kepahiang Bengkulu, Abdul Hafizh mengumpulkan perusahaan-perusahaan yang ada di Kepahiang, Selasa (23/9/2025) pagi.

Perusahaan yang dikumpulkan mulai dari BUMN, BUMD, hingga perusahaan swasta.

Dari pertemuan ini, Hafizh mengatakan nantinya semua perusahaan akan membentuk forum sendiri, khusus untuk penyaluran Corporate Social Responsibility (CSR) atau Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TJSP).

Melalui forum ini nanti, perusahaan yang ada di Kepahiang akan mengumpulkan seluruh CSR mereka, tidak terpisah, sehingga yang terkumpul dalam jumlah cukup banyak.

"Dana itu dikumpulkan, sehingga dampaknya lebih besar dan bermanfaat untuk masyarakat," kata Abdul Hafizh kepada TribunBengkulu.com, Selasa (23/9/2025) pukul 10.27 WIB pagi.

Dari pemerintah sendiri, Hafizh mengatakan akan kembali merapikan dan mendata semua perusahaan yang memiliki kewajiban menyalurkan CSR di Kepahiang.

Semua CSR ini nanti dikumpulkan oleh forum yang dibentuk perusahaan. Pemerintah nanti akan menyiapkan program atau pembangunan, dengan dananya bersumber dari CSR yang dikumpulkan.

Langkah ini dikatakan lebih efektif dan lebih transparan, serta manfaatnya bisa langsung dirasakan masyarakat.

"Jadi, bukan pemerintah yang mengumpulkan. Forum CSR yang mengumpulkan, untuk pembangunan yang disiapkan pemerintah," ujar dia.

 Hafizh juga menyebutkan masih banyak perusahaan di Kepahiang yang tidak patuh dalam membayarkan CSR.

Sanksi bagi perusahaan yang tidak patuh ini, kata Hafizh, nanti akan disesuaikan dengan peraturan yang ada.

"Yang jelas, kita terbuka dan welcome terhadap semua investor, tapi harus patuh dan memberikan kontribusi kepada daerah," ungkap Hafizh.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved