Jumat, 5 Juni 2026

Cuaca Ekstrem di Bengkulu

Cuaca Esktrem Jelang Nataru 2026, Pemkab Kepahiang Libatkan BMKG untuk Mitigasi

Bupati Kepahiang Zurdi Nata mengatakan pemkab akan melibatkan BMKG untuk mitigasi dampak cuaca buruk, Rabu (17/12/2025).

Tayang:
Penulis: Romi Juniandra | Editor: Yunike Karolina
Romi Juniandra/TribunBengkulu.com
MITIGASI BENCANA KEPAHIANG - Bupati Kepahiang Provinsi Bengkulu, Zurdi Nata pada Rabu (17/12/2025). Pemkab Kepahiang melibatkan BMKG untuk mitigasi bencana akibat cuaca. 
Ringkasan Berita:
  • Kepahiang masuk daerah yang dilanda hujan dan angin kencang di Bengkulu
  • Pemkab Kepahiang libatkan BMKG untuk mitigasi

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Romi Juniandra

TRIBUNBENGKULU.COM, KEPAHIANG - Bupati Kepahiang Zurdi Nata mengatakan pemkab akan melibatkan BMKG untuk mitigasi dampak cuaca buruk di Kepahiang.

Dari perkiraan BMKG, Kepahiang akan masuk daerah yang dilanda hujan dan angin kencang di Bengkulu.

Kondisi Kepahiang sendiri dikatakan cukup rawan, terutama untuk bencana seperti banjir dan tanah longsor, serta pohon tumbang.

"Makanya, kita libatkan, kita minta pandangan BMKG, untuk mitigasi," kata Nata kepada TribunBengkulu.com, Rabu (17/12/2025) pukul 11.58 WIB siang.

Data BMKG, akan menunjukkan anomali cuaca yang terjadi. Dengan demikian, pemkab bisa mengambil langkah-langkah strategis untuk cuaca yang berpotensi menimbulkan bencana.

Hal yang sama juga disampaikan Ketua Komisi III DPRD Kepahiang, M Nopriandi. Dia meminta Pemkab Kepahiang untuk siaga dan siap dengan kemungkinan terburuk.

Nopriandi mengatakan saat ini, curah hujan di Kepahiang cukup tinggi, dan hampir terjadi setiap hari.

Dengan Kepahiang yang merupakan salah satu daerah rawan bencana di Bengkulu, terutama untuk pohon tumbang dan tanah longsor, maka langkah persiapan perlu dilakukan.

"Dan kita sudah melihat, bencana alam yang terjadi di berbagai daerah Sumatra, seperti Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Pemkab Kepahiang, BPBD, dan pihak terkait lainnya harus siap," kata Nopriandi kepada TribunBengkulu.com, Jumat (28/11/2025) pukul 15.01 WIB sore.

Bencana yang sering terjadi di Kepahiang, lanjut Nopriandi, antara lain longsor di jalan penghubung ke Kota Bengkulu, di kawasan pegunungan.

Jika kawasan ini terjadi tanah longsor, maka akan memutus akses utama masyarakat dan logistik dari Kota Bengkulu ke Kepahiang dan sekitarnya, atau sebaliknya.

Karena itu, setidaknya Pemkab Kepahiang menyiagakan alat berat, jika terjadi longsor, dan menutup akses jalan.

Alat berat dan personel yang siaga bisa segera diterjunkan ke lokasi, sehingga tidak menganggu pergerakan masyarakat dan logistik terlalu lama.

"Intinya, jangan sampai jalan terputus. Kita tidak ingin terjadi hal buruk, tapi harus selalu siap jika terjadi. Jangan sampai akses kita terputus," ujar Nopriandi.

Baca juga: Penemuan Tengkorak Manusia di Kepahiang Bengkulu Ungkap Jejak Peradaban Megalitikum

Sumber: Tribun Bengkulu
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved