Sabtu, 2 Mei 2026

Berita Ekonomi

Optimis Namun Waspada, BI Soroti Risiko Ketergantungan Ekspor Batu Bara Bengkulu

Bank Indonesia mengingatkan risiko ketergantungan ekonomi Provinsi Bengkulu terhadap ekspor batu bara di tengah tekanan ekonomi global.

Tayang:
Penulis: Jiafni Rismawarni | Editor: M Syah Beni
TribunBengkulu.com/Jiafni Rismawarni
Paparan Bank Indonesia terkait kinerja produksi dan ekspor batu bara Bengkulu yang disampaikan dalam Sarasehan Perekonomian Bengkulu, menyoroti tekanan pasar global dan ketergantungan pada negara tujuan utama. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Jiafni Rismawarni 

 

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Bank Indonesia mengingatkan risiko ketergantungan ekonomi Provinsi Bengkulu terhadap ekspor batu bara di tengah tekanan ekonomi global.

 

Hal ini disampaikan dalam Sarasehan Perekonomian Bengkulu yang dirangkaikan dengan Diseminasi Laporan Perekonomian Provinsi (LPP) Februari 2026 dan Kajian Fiskal Regional (KFR) Triwulan I 2026 Sinergi Moneter dan Fiskal Menjaga Stabilitas Aktivitas Produksi dan Distribusi di Tengah Tekanan Geopolitik.

 

Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Bengkulu, Muhammad Irfan Octama mengatakan, ketergantungan pada komoditas batu bara dan pasar ekspor utama menjadi tantangan serius bagi ekonomi daerah.

 

“Ketergantungan ekspor batu bara pada pasar utama berisiko menekan kinerja ekonomi Bengkulu di tengah gejolak global,” ujarnya.

 

Produksi dan Pangsa Ekspor

 

Berdasarkan paparan BI, Bengkulu memiliki estimasi produksi batu bara sekitar 10 hingga 15 juta ton pada 2025. Namun kontribusi ekspornya hanya sekitar 2,41 juta ton atau 4,41 persen dari total ekspor batu bara Sumatera.

 

Sementara itu, total ekspor batu bara Sumatera rata-rata mencapai 52,94 juta ton per tahun, dengan pangsa terhadap nasional sebesar 10,6 persen.

Sumber: Tribun Bengkulu
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved