Menteri Kabinet Prabowo ke Bengkulu
Dari Danau Dendam Bengkulu, Menag Nasaruddin Umar Gaungkan Harmoni Manusia dan Alam
Dari Danau Dendam Bengkulu, Menag Nasaruddin Umar Gaungkan Harmoni Manusia dan Alam
Penulis: Beta Misutra | Editor: Hendrik Budiman
Ringkasan Berita:
- Konsep eco theology perlu terus dikembangkan sebagai bagian dari kesadaran bersama dalam menjaga alam semesta.
- Kegiatan tebar benih ikan dan pelepasan burung yang dilakukan di Danau Dendam Tak Sudah bukan sekadar seremoni, melainkan memiliki makna mendalam dalam menjaga keseimbangan ekosistem.
- Pelepasan burung dalam kegiatan eco theology ini juga memiliki makna simbolis terkait nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Quran.
Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Beta Misutra
TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU – Dari kawasan Danau Dendam Tak Sudah, Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, menggaungkan pentingnya harmoni antara manusia dan alam melalui kegiatan eco theology yang digelar, Kamis (23/4/2026).
Kegiatan eco theology tersebut ditandai dengan tebar benih ikan dan pelepasan burung sebagai simbol kepedulian terhadap lingkungan.
Pantauan di lokasi, kegiatan berlangsung dengan suasana khidmat dan diikuti oleh jajaran pejabat daerah serta masyarakat yang hadir di kawasan danau.
Dalam sambutannya, Nasaruddin Umar menegaskan bahwa hubungan manusia dengan alam harus dijaga dengan baik demi keberlangsungan kehidupan.
“Kegiatan ini merupakan simbolisme persahabatan manusia dengan alam. Semakin bersahabat dengan alam, maka semakin sejahtera kehidupan kita di jagat raya ini,” ujarnya.
Simbol Kepedulian Lingkungan
Kegiatan tebar benih ikan dan pelepasan burung yang dilakukan di Danau Dendam Tak Sudah bukan sekadar seremoni, melainkan memiliki makna mendalam dalam menjaga keseimbangan ekosistem.
Menurut Menag, apa yang dilakukan dalam kegiatan tersebut akan memberikan manfaat tidak hanya bagi lingkungan, tetapi juga bagi manusia.
Baca juga: Menag Nasaruddin Umar Tiba di Bengkulu, Bakal Hadiri Eco-Theology hingga Tabligh Akbar
“Apa yang kita lakukan hari ini melepas ikan, itu juga memberikan manfaat bagi kita manusia,” katanya.
Langkah kecil seperti ini perlu terus dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga kelestarian alam.
Angkat Nilai Kepemimpinan dari Kisah Nabi
Dalam kesempatan tersebut, Nasaruddin juga mengangkat kisah Nabi Sulaiman dan Ratu Balqis sebagai refleksi penting dalam kehidupan, khususnya dalam pengambilan keputusan.
Salah satu pesan penting dari kisah tersebut adalah pentingnya musyawarah dan tidak mengambil keputusan secara sepihak.
“Pesan yang disampaikan adalah jangan mengambil keputusan sendiri, dan perlunya musyawarah dalam mengambil keputusan,” jelasnya.
Menurutnya, nilai tersebut relevan tidak hanya dalam kepemimpinan, tetapi juga dalam menjaga hubungan manusia dengan lingkungan.
Lebih lanjut, pelepasan burung dalam kegiatan eco theology ini juga memiliki makna simbolis terkait nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Quran.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bengkulu/foto/bank/originals/Menag-di-Danau-Dendam-tak-Sudah-234292026.jpg)